Pengertian, Gejala dan Penyebab Hematoma Beserta Cara Pengobatannya

Pengertian, Gejala dan Penyebab Hematoma Beserta Cara Pengobatannya

Kulit yang mendadak membiru tanpa ada alasan, rupanya bermakna penting di belakangnya. Satu diantaranya yaitu merujuk pada iritoma. Biasanya terjadi pada wilayah kaki saat kita tidak menyengaja terbentur, kan? Warna biru di kulit ini akan terlihat dalam sekian hari sesudahnya. Walau tidak berasa sakit, ini bisa saja pertanda beragam penyakit serius, lho. Silahkan kenali tanda-tanda, pemicu, dan langkah menangani iritoma, Mam!

Tanda-tanda Iritoma

Bila disaksikan dari nyata, kulit terlihat warna biru keunguan seperti darah yang menggumpal. Menurut Cleveland Clinic, ini sebagai keadaan di mana ada kerusakan pada pembuluh darah besar di badan. Bengkak di kulit menjadi satu diantara tanda-tanda yang jelas dirasa. Lepas itu, tanda-tanda dari iritoma dapat disaksikan dari lokasi bengkak itu ada. Pertanda itu mencakup:

  • Bengkak disekitaran tulang telinga
  • Cidera pada kuku
  • Tonjolan di kulit kepala
  • Ngilu disekitaran tempat bengkak
  • Pusing atau sakit di kepala karena terbentur
  • Kulit warna biru atau keunguan
  • Muncul rasa kuatir atau ketidaktahuan
  • Kesusahan bicara

Untuk kasus cidera di bagian kepala, iritoma dapat mengakibatkan beragam masalah saraf yang lumayan serius. Sakit di kepala luar biasa menjadi satu diantara tanda-tandanya.

Pemicu Kulit Bengkak

Yok kita lihat apalah bengkak dalam tubuh Mam merujuk pada factor berikut ini. Berikut beragam keadaan yang mengakibatkan iritoma, mencakup:

1. Cidera

Cidera ialah pemicu umum dari iritoma. Pasti ini dapat bervariatif, bisa disebabkan kecelakaan, tulang patah, atau cedera karena benda pijakl. Cidera pada kumpulan sel tubuh dapat disebabkan karena gerakan lengan atau kaki yang tidak tersangka. Saat pembuluh darah hancur, darah akan bocor ke jaringan disekelilingnya. Darah ini condong menggumpal yang kita saksikan pada permukaan atas kulit. Makin besar jumlah pendarahan yang terjadi, makin besar darah yang membeku dan membuat kulit keunguan.

2. Dampak Samping Obat

Rupanya, kulit yang mendadak membiru salah satunya pemicunya karena beberapa obat, lho. Ini seperti obat pencair darah yang dimakan teratur tiap hari. Efek obat ini bisa tingkatkan resiko pendarahan spontan karena badan tidak bisa mengaturnya. Pemakaian obat ini pasti jangan asal-asalan. Cuma beberapa orang dengan penyakit tertentu yang dapat mengkonsumsinya.

3. Saat Vaksinasi

Apa Mam atau Dads alami kulit bengkak sesudah vaksinasi orang dewasa? Tenang, ini normal terjadi, lho. Penyuntikkan di kulit bisa membuat jarum suntik mencederai dinding pembuluh darah. Saat ini terjadi, pembuluh darah akan mengumpul di kulit dan terlihat seperti bengkak kebiruan. Ini salah satunya efek dari vaksinasi yang lumrah dan tak perlu dicemaskan, ya.

4. Transisi Menstruasi

Merilis medicinet.com, menstruasi salah satunya pemicu seorang alami iritoma. Darah yang keluar pada wanita tiap bulan ini, mengakibatkan hormon pada tubuh ikut-ikutan bergerak. Salah satunya tanda-tanda yang dirasa yaitu bengkak pada beberapa anggota badan. Darah yang menggumpal di kulit ini kerap kali tidak berasa sakit saat disentuh. Umumnya, keadaan ini akan berangsur lenyap bersamaan periode menstruasi usai.

5. Kekurangan Vitamin

Kulit bengkak tanpa ada alasan seiring berjalannya waktu? Kemungkinan, Mam mengalami kurangnya vitamin. Journal of Pediatric Iritology Oncology mendapati jika beberapa ciri dari seorang kurang konsumsi vitamin yaitu kulit gampang membiru. Biasanya muncul karena minimnya gizi vitamin C, K, dan E. Bagaimana kita pastikan kandungan vitamin pada tubuh tidak normal? Coba untuk lakukan pengecekan darah komplet ya, Mam.

6. Kandungan Trombosit Rendah

Orang dengan trombositopenia berkadar trombosit yang rendah. Trombosit menolong pembekuan dan hentikan pendarahan. Saat kandungan trombosit rendah, salah satunya tanda-tandanya yaitu kulit bengkak. Keadaan ini dapat dipacu dari beragam penyakit seperti kanker, penyakit autoimun, dan sebagainya. Bila selekasnya ditangani, kandungan trombosit ini bisa naik ke arah kandungan yang lebih normal.

7. Pembandinghan

Beberapa orang alami iritoma saat lakukan operasi tertentu. Beberapa proses bedah, terhitung operasi klinis, gigi, atau kosmetik, bisa mengakibatkan kulit kelihatan bengkak. Ini karena efek dari pembandinghan yang bisa menghancurkan jaringan dan pembuluh darah disekelilingnya. Jika ini terjadi, selekasnya tanyakan sama dokter yang tangani saat pembandinghan itu terjadi, ya.

8. Kehamilan

Iritoma bisa dirasakan pada beberapa ibu hamil. Ini sebagai keadaan yang langka terjadi. Mayoritas, dapat kelihatan lewat pengecekan USG yang sudah dilakukan dengan teratur. Umumnya, akan diketemukan gumpalan darah atau pendarahan dalam janin. Biasanya, dirasakan saat masuk trimester ke-3 kehamilan dan pertanda permasalahan serius seperti plasenta previa atau solusio plasenta.

Kompleksitas Iritoma

Iritoma yang tidak diobati kadang bisa mengakibatkan kompleksitas. Seringkali, ini memacu bengkak dan infeksi dalam tubuh. Kerap kali infeksi dan bengkak mengakibatkan iritasi pada jaringan dan organ yang bersisihan. Darah yang menggumpal ini beresiko untuk terserang infeksi bakteri. Kompleksitas lain bisa juga terjadi jika iritoma serang organ dalam. Misalkan, iritoma di otak kemungkinan susah diketemukan bila seorang tidak lakukan pengecekan khusus. Tanda-tanda yang diakibatkan karena keadaan ini mencakup:

  • Sakit di kepala berkelanjutan
  • Pusing
  • Kesusahan bicara

Jangan sampai meremehkan bengkak di kulit yang muncul secara mendadak. Apa lagi bila ini tidak juga lenyap bersamaan beberapa minggu, Mam.

Langkah Menangani Iritoma

Bagaimana langkah awal yang dapat kita kerjakan saat kulit bengkak? Berikut beberapa tips dalam menangani iritoma:

1. Mengompres Es

Untuk menangani iritoma di bawah kulit, kuku, atau jaringan lunak yang lain, perlu lakukan langkah satu ini. Kompreslah tempat itu dengan kain atau handuk yang sudah dipendam es atau air dingin. Kesan dingin di kulit ini bisa kurangi merasa sakit atau bengkak disekelilingnya. Kompres dalam beberapa menit sampai berasa lebih santai sesudahnya, ya.

2. Operasi

Bila iritoma terjadi pada kepala, akan memerlukan proses pembandinghan untuk menanganinya. Ini akan dilaksanakan sama dokter pakar bedah saraf untuk hilangkan gumpalan darah didalamnya. Tetapi, bila pembekuan darah pada kepala tidak pada keadaan genting, akan diberi alternative penyembuhan lain. Misalkan dengan pengawasan teratur memakai CT scan.

3. Istirahat

Kulit berasa ngilu karena terbentur benda pijakl? Silahkan obati dengan minum obat penurun ngilu. Adapun ini perlu diimbangi dengan istirahat cukup. Badan yang santai akan percepat rekondisi dari infeksi atau peradangan pada tubuh.

4. Tanyakan ke Dokter

Bengkak tidak juga lenyap sesudah beberapa minggu? Ini saat yang pas untuk konsultasi ke dokter. Iritoma ialah pembekuan darah di kulit yang diikuti dengan memar-memar. Darah yang menggumpal ini dapat memacu infeksi di jaringan sekelilingnya. Untuk kasus yang kronis, dapat memacu kompleksitas kesehatan. Oleh karena itu, cepatlah ke dokter jika tanda-tanda yang dirasa tidak juga lebih baik. Apa Mam salah satunya yang alami iritoma seperti keterangan di atas? Jangan sampai sangsi untuk bertanya hal lebih berlanjut ke dokter, ya.

Pemahaman Iritoma

Iritoma sebagai keadaan ada kelompok darah yang tidak normal di luar pembuluh darah. Masalah ini bisa terjadi pada dinding pembuluh darah, arteri, vena, sampai kapiler, hingga darah bocor ke jaringan yang tidak semestinya.

Keadaan ini dapat cuma seukur titik kecil, tapi juga bisa memiliki ukuran besar yang pada akhirnya memunculkan bengkak secara berarti. Iritoma akan mengakibatkan iritasi dan infeksi. Permasalahan ini dapat juga mengakibatkan pendarahan terus-menerus serta kebocorannya semakin besar bila dibiarkan terus.

Orang pemula kerap mendefinisikan keadaan ini dengan keadaan bengkak atau bengkak. Walau sebenarnya, iritoma memvisualisasikan keadaan yang lebih serius. Karena, penimbunan darah karena iritoma dapat memunculkan lebam dan dapat terjadi di semua anggota badan. Oleh karena itu, pengecekan selekasnya perlu dilaksanakan supaya permasalahan ini bisa diatasi secara cepat.

Iritoma terdiri jadi beberapa macam dan dinamakan berdasar lokasinya. Berikut sejumlah macamnya:

  • Iritoma subdural: iritoma di antara jaringan otak dan susunan di di otak.
  • Iritoma epidural tulang belakang: iritoma di antara tulang belakang dan susunan luar sumsum tulang belakang.
  • Iritoma epidural intrakranial: iritoma di antara tengkorak dan susunan luar otak.
  • Iritoma subungual: iritoma di bawah kuku.
  • Iritoma intra-abdominal, peritoneal, atau retroperitoneal: iritoma dalam rongga perut.
  • Iritoma telinga atau aural: iritoma di antara tulang riskan telinga dan kulit di atasnya.
  • Iritoma limpa: iritoma dalam limpa.
  • Iritoma hati: iritoma dalam hati.

Pemicu Iritoma

Pemicu umum berlangsungnya iritoma ialah cidera atau trauma pada pembuluh darah. Masalah ini bisa muncul karena ada kerusakan pada pembuluh darah yang menghancurkan dinding pembuluh darah, bahkan juga bila cuma kerusakan kecil. Beragam hal yang bisa jadi pemicu iritoma ialah:

  • Kecelakaan.
  • Jatuh.
  • Cidera pada kepala.
  • Tulang patah.
  • Operasi.
  • Proses klinis atau gigi agresif (biopsi dan kateterisasi jantung).
  • Suntikan obat.

Kadang, iritoma bisa terjadi secara spontan tanpa dijumpai pemicu yang dapat dideteksi atau tidak dikenali cidera dan trauma yang dirasakan. Disamping itu, obat pencair darah tertentu dapat tingkatkan resiko pembangunan dari masalah karena kebocoran darah ini.

Factor Resiko Iritoma

Ada faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko berlangsungnya iritoma pada seorang, yakni:

  • Umur yang telah tua.
  • Alami masalah pendarahan, seperti hemofilia.
  • Menderita trombositopenia, atau jumlah rendah dari tipe sel darah yang menolong hentikan pendarahan.
  • Masalah konsumsi alkohol.
  • Alami penyakit hati atau kerusakan hati.
  • Kurangnya vitamin C atau K.
  • Menderita penyakit anemia aplastik.
  • Menderita aneurisma.
  • Alami infeksi virus yang kronis.
  • Diserang kanker darah.
  • Konsumsi beberapa obat yang bisa tingkatkan resiko iritoma.

Tanda-tanda Iritoma

Seorang yang alami iritoma dapat memunculkan beragam tanda-tanda yang berbeda. Tanda-tanda yang dirasa dapat bergantung dari ukuran, lokasi, dan keadaan iritoma yang diderita. Berikut sejumlah tanda-tanda yang bisa diakibatkan, yakni:

  • Iritoma subdural: sakit di kepala, permasalahan neurologis (kekurangan di satu segi atau kesusahan bicara), ketidaktahuan, dan kejang.
  • Iritoma epidural: ngilu punggung, badan yang kurang kuat, kehilangan kontrol usus atau kandungan kemih.
  • Iritoma subungual: ngilu kuku, kekurangan kuku, kuku rontok, dan kuku hancur.
  • Iritoma limpa, hati, atau peritoneal: ngilu perut dan ngilu pinggang.

Kadang tanda-tanda dari masalah ini tidak muncul benar-benar walau permasalahan yang terjadi termasuk kronis. Misalnya, pendarahan pada rongga perut. Masalah ini tidak memunculkan tanda-tanda karena iritoma bisa menebar di ruangan yang bebas tanpa tekan organ yang lain yang bisa memunculkan tanda-tanda.

Analisis Iritoma

Awalannya, dokter akan lakukan interviu klinis sekitar tanda-tanda yang kamu rasakan sampai kisah penyakit yang sempat diderita. Sesudah menyaksikan ada tanda-tanda iritoma, baru dokter akan lakukan pengecekan fisik di lokasi berlangsungnya iritoma. Dokter dapat lakukan test kalkulasi darah komplet, panel koagulasi, dan test hati untuk memandang keadaan dasar yang tergantung pada kondisinya.

Beberapa pengecekan pencitraan perlu dilaksanakan untuk menganalisis iritoma pada tubuh, misalnya:

  • CT scan pada kepala untuk menganalisis iritoma subdural.
  • CT scan pada abdomen untuk mengetahui iritoma di rongga perut (intra-abdominal, hati, limpa, retroperitoneal, peritoneal).

Magnetic resonance imaging (MRI) yang lebih baik dalam mengetahui iritoma epidural dibanding CT scan.

Penyembuhan Iritoma

Pada beberapa kasus iritoma tidak memerlukan penyembuhan apa saja. Karena, badan bisa mempernyerap kembali darah itu. Disamping itu, penyembuhan dari masalah ini perlu disamakan dengan lokasi dan tingkat keparahannya. Berikut cara-cara untuk menyembuhkannya:

  • Mengompres dengan es batu. Lekatkan kompres es yang dibuntel handuk ke tempat yang alami iritoma sepanjang 10 sampai 15 menit sepanjang seringkali setiap hari.
  • Pembalutan atau penekanan untuk hentikan pendarahan dan menangani bengkak.
  • Lakukan elevasi (mengusung organ badan semakin tinggi dari jantung untuk kurangi saluran darah ke tempat yang alami pendarahan).

Kompleksitas Iritoma

Iritoma perlu memperoleh pengatasan selekasnya. Karena, bila didiamkan dapat memacu keadaan klinis yang lain, seperti bengkak atau infeksi. Keadaan berikut yang hendak mengakibatkan beberapa kompleksitas misalnya: 

  • Infeksi yang disebabkan karena bakteri ini pada tempat darah yang terkumpul.
  • Rusaknya otot secara tetap. Keadaan ini dapat terjadi jika iritoma terjadi di rongga kepala dan tekan saraf di otak, hingga tingkatkan penekanan intrakranial. Bila didiamkan bisa mengakibatkan kerusakan otak sampai kelumpuhan atau pengurangan kesadaran.
  • Memunculkan iritasi pada jaringan dan organ badan.

Penangkalan Iritoma

Tidak ada langkah yang jelas untuk menahan iritoma. Tetapi, ada banyak hal yang bisa dilaksanakan untuk turunkan resikonya, yakni:

  • Jauhi alami jatuh, khususnya pada seorang yang konsumsi obat pencair darah.
  • Lihat furniture dan beberapa sudut rumah supaya ramah pada anak-anak yang rawan jatuh dan alami cidera enteng.
  • Menghindar olahraga dengan contact tinggi.

Iritoma bisa terjadi pada bagian badan mana saja, seperti pada bawah kuku, di bawah kulit kepala, di daun telinga, atau yang paling beresiko di otak. Bila kecil, umumnya pendarahan dapat stop sendirinya hingga tidak membutuhkan perawatan khusus. Tetapi, dalam beberapa kasus, iritoma bisa mengakibatkan keadaan genting yang membutuhkan perawatan klinis selekasnya.

Tipe Iritoma

Berdasar lokasinya, iritoma dipisah jadi:

  • Iritoma intrakranial, yang terjadi sebagai karena kerusakan pembuluh darah di tengkorak, baik pembuluh darah disekitaran susunan perlindungan otak ( epidural , subdural, atau subarachnoid iritoma) atau di jaringan otak (iritoma intraserebral)
  • Iritoma kulit kepala, yang terjadi karena kerusakan pembuluh darah yang berada antara kulit kepala dan tengkorak
  • Iritoma telinga, yang terjadi karena pembuluh darah di bawah kulit telinga hancur dan bisa mengakibatkan jaringan telinga mati
  • Iritoma septum hidung, yang umumnya terjadi karena pasiennya alami cidera hidung
  • Iritoma intramuskular (di jaringan otot), yang umumnya terjadi karena tulang patah
  • Iritoma subungual (di bawah kuku), yang umumnya terjadi karena cidera pada jemari tangan atau kaki
  • Iritoma subkutan, yang terjadi karena cidera pada pembuluh darah di bawah kulit dan mengakibatkan bengkak dan bengkak
  • Iritoma intra-abdomen, yang muncul karena pendarahan di rongga perut

Pemicu dan Factor Resiko Iritoma

Pemicu umum iritoma ialah cidera, seperti kecelakaan, jatuh, terbentur, terkilir, tulang patah, atau cedera tembak. Dalam beberapa kasus, bersin terlampau keras dapat mengakibatkan cidera pada pembuluh darah kecil di hidung. Disamping itu, ada pula banyak hal yang bisa tingkatkan resiko seorang alami iritoma, yakni:

  • Lanjut usia
  • Menanggung derita aneurisma, yakni pembesaran pembuluh darah yang tidak normal yang mengakibatkan dinding pembuluh darah jadi lebih tipis dan gampang robek
  • Memakai beberapa obat tertentu, seperti obat antikoagulan , yang bisa kurangi kekuatan badan untuk membuat pembekuan darah dan membenahi kerusakan pembuluh darah
  • Menanggung derita keadaan yang mengakibatkan pengurangan jumlah trombosit atau lenyapnya peranan trombosit, seperti infeksi virus dan anemia aplastik

Tanda-tanda Iritoma

Tanda-tanda yang dirasakan tiap pasien dapat berbeda, bergantung lokasi, ukuran, dan tingkat keparahan iritoma yang dialami. Bila iritoma ada dekat sama permukaan kulit, tanda-tanda yang muncul bisa berbentuk:

  • Tonjolan atau bengkak
  • Kulitnya merah keunguan
  • Kuku menghitam (iritoma subungual)
  • Kulit berasa hangat waktu dipegang
  • Rasakan sakit

Iritoma yang berada lebih dalam atau dekat sama organ kemungkinan tidak kelihatan, tapi bisa mengakibatkan tanda-tanda yang lebih kronis. Berdasar macamnya, berikut contoh tanda-tanda yang bisa terjadi:

Iritom intrakranial

Iritoma yang terjadi dalam tengkorak bisa mengakibatkan kenaikan penekanan di kepala , hingga memberi penekanan pada jaringan otak. Ini bisa mengakibatkan gejala-gejala, misalnya:

  • Sakit di kepala luar biasa
  • muntah
  • Kekurangan otot 1/2 tubuh
  • Kesadaran turun
  • Kejang

Iritom intra abdomen

Pada iritoma yang terjadi di perut, tanda-tanda yang dapat dirasakan pasiennya ialah:

  • Sakit di perut
  • Sakit punggung
  • Muntah dan mual
  • Tonjolan pada dinding perut
  • Bengkak di kulit perut

Karena rongga perutnya lebar, darah yang dapat mengucur ke rongga ini dapat semakin banyak, hingga iritoma yang tercipta dapat semakin besar. Ini tingkatkan resiko tekanan darah rendah dan terguncang karena banyak kehilangan darah.

Kapan seharusnya berobat ke dokter?

Iritoma menjadi keadaan serius, bergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Karenanya, selekasnya mencari bantuan klinis bila Anda alami tanda-tanda iritoma intrakranial atau intraabdominal seperti pada atas. Disamping itu, tanyakan ke dokter bila Anda alami keadaan berikut ini:

  • Menanggung derita cidera dan konsumsi obat pencair darah, terlebih bila cidera terjadi di kepala
  • Memperoleh gumpalan darah dalam urin
  • Kesusahan gerakkan anggota badan dengan iritoma
  • Iritoma terus tumbuh atau berkembang

Diagnosis Iritom

Pada iritoma yang terjadi pada permukaan kulit atau jaringan lunak, seperti persendian dan otot, analisis bisa dilaksanakan dengan ajukan pertanyaan mengenai tanda-tanda yang dirasakan, kisah cidera, dan kisah kesehatan pasien. Pengecekan fisik akan dilaksanakan, khususnya di wilayah di mana iritoma ada. Untuk menganalisis iritoma tidak nyata, dibutuhkan pengecekan pendukung, misalnya:

  • CT scan , untuk menyaksikan iritoma di otak
  • USG , untuk menyaksikan iritoma di rongga perut

Pengecekan selanjutnya dibutuhkan untuk ketahui pemicu, factor resiko, atau kompleksitas yang kemungkinan terjadi. Pengecekan itu bisa berbentuk:

  • Rontgen, untuk ketahui adakah fraktur karena iritoma
  • Test darah, untuk ketahui kandungan trombosit dan waktu pembekuan darah

Penyembuhan Iritom

Perawatan iritoma disamakan dengan tingkat keparahan, lokasi, dan keadaan anggota badan yang terserang iritoma. Untuk iritoma yang ada di kulit dan jaringan lunak, umumnya dokter cuma akan menyarankan pasien untuk lakukan tehnik RICE ( istirahat, es, kompresi, elevasi ) seperti berikut:

Istirahat Istirahatkan

anggota badan yang memiliki masalah sekerap kemungkinan untuk percepat pengobatan dan menahan kerusakan selanjutnya.

Es

Kompres tempat iritoma dengan es batu yang dibuntel handuk untuk kurangi bengkak.

Kompresi

Buntel tempat atau anggota badan yang alami iritoma dengan perban plastis untuk hentikan pendarahan dan kurangi bengkak.

Elevation

Meningkatkan anggota badan yang terserang iritoma semakin tinggi dari jantung saat tiduran. Ini berguna untuk menurunkan merasa sakit, berdenyut, dan lebam. Selainnya langkah di atas, dokter bisa juga memberi obat penurun ngilu. Tetapi, pemakaiannya harus sesuai apa yang diinstruksi oleh dokter.

Penyembuhan iritoma pada bagian lain dari badan bergantung pada lokasi dan ukuran iritoma. Bila iritoma besar sekali dan mengusik susunan atau peranan organ disekelilingnya, operasi kemungkinan dibutuhkan untuk hilangkan kelompok darah.

Misalkan, kraniotomi bisa dilaksanakan untuk menangani iritoma intrakranial yang sudah menebar. Dalam prosesnya, dokter akan buka tulang tengkorak untuk hilangkan kubangan darah.

Kompleksitas Iritoma

Iritoma bisa mengakibatkan kompleksitas bila pendarahan bersambung, besar, atau tekan organ penting. Kompleksitasnya diantaranya:

  • Tekanan darah rendah
  • Kaget
  • Kerusakan otak tetap
  • Infeksi
  • Sindrom kompartemen (pada iritoma intramuskular)

Penangkalan Iritoma

Langkah terbaik untuk menahan iritoma dengan menahan cidera. Bila Anda bekerja di atas lapangan dengan resiko cidera yang tinggi, seperti olahragawan atau karyawan konstruksi, pakai perlengkapan perlindungan komplet saat bekerja. Disamping itu, bila Anda sedang konsumsi obat pencair darah (antikoagulan), yakinkan jumlah yang Anda konsumsi sesuai saran dokter.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama