Mengenal Kyoto, Si Mantan Ibukota Negara Jepang

Mengenal Kyoto, Si Mantan Ibukota Negara Jepang

Ibu Kota Jepang sah berpindah dari Nara ke Heiankyo atau Kyoto tanggal 17 November 794. Peralihan ini terjadi pada periode pemerintah Kaisar Kammu yang memerintah dari tahun 781 sampai 806. Kyoto masih tetap jadi Ibu Kota Jepang sampai tahun 1868 ataupun waktu ibukota dipindah ke Edo atau Tokyo. Sesudah Ibu Kota Jepang berpindah ke Tokyo, Kyoto kerap dikatakan sebagai Saikyo atau "Ibu Kota Barat".

  • Sepintas Kaisar Kammu

Kaisar Kammu terlahir di Nara tanggal 4 Februari 737 sebagai putra Kaisar Konin (berkuasa 770-781) dan istrinya yang dari Korea Sebelumnya, ia dihapus dari garis suksesi, tapi karena disokong klan Fujiwara yang memimpin pemerintah dan istana, ia ditempatkan kembali.

Kammu diputuskan sebagai calon alternatif ayahnya tahun 773, dan saat Kaisar Konin turun tahta tahun 781, Kammu dipilih jadi kaisar. Zaman pemerintah Kammu dikatakan sebagai Enryuku atau "suksesi panjang". Kammu dikenali sebagai kaisar yang mengalihkan ibukota Jepang dari Nara ke Kyoto.

Kaisar ini mengaplikasikan beberapa prinsip pemerintah Tiongkok, terutamanya pengartian Konfusianisme dan Taoisme mengenai pertanda. Tetapi, Kammu membuat administrasi pemerintah jadi boros atau benar-benar mahal.

Beberapa abdi negara selanjutnya terbatasi dan beberapa kementerian didesak. Kammu membuat sebuah tubuh penasihat yang disebutkan kurando-dokoro. Karena istana kerajaan membesar, ada "pengurangan anggota dinasti" tahun 805.

Lebih dari 100 pangeran dan putri kerajaan dikurangkan statusnya dari keluarga raja jadi bangsawan dan dinamakan klan, misalkan Minamoto, Taira, dan Ariwara. Walau Kammu siaga pada dampak Buddha, ia meluluskan support negara pada kuil-kuil Buddha.

Kammu akhiri praktek harus militer beberapa petani di propinsi karena memandang mereka tidak efisien. Saat sedang tidak berperang, beberapa petani malah dipakai beberapa pimpinan lokal untuk keperluannya sendiri.

Beberapa tuan tanah besar mulai membuat tentara individu beranggotakan beberapa samurai membuat perlindungan kebutuhan mereka. Kammu usaha kurangi korupsi beberapa petinggi di propinsi. Sebuah tubuh namanya kageyushi dibuat untuk pastikan catatan keuangan selalu terlindungi.

Disamping itu, sebuah audit dilaksanakan saat ada perpindahan gubernur. Kaisar Kammu wafat tanggal 9 April 806 dan diganti anaknya, Kaisar Heizei.

  • Perpindahan Ibu Kota

Sepanjang Masa Nara (710-794), istana Jepang alami perselisihan intern di antara beberapa aristokrat yang merebutkan support dan status. Disamping itu, ada juga dampak beberapa sekte-sekte Buddha pada peraturan pemerintah. Kuil-kuil Buddha banyak bersebaran disekitaran Ibu Kota Nara.

Di tahun 782 ada juga kup yang sudah dilakukan turunan Kaisar Temmu, tapi tidak berhasil. Beberapa hal ini putuskan Kammu untuk mengalihkan ibu kotanya ke Nagaokakyo di Sungai Yodo pada 784. Tetapi, pembunuhan kepala penasihat Kammu, kematian satu istri dan satu anaknya, beberapa banjir dan pandemi membuat Nagaokakyo dipandang tidak pas.

Karena itu, Kammu putuskan perpindahan ibukota ke Heiankyo di tahun 794. Kammu berpindah ke Heiankyo memakai kereta tanggal 17 November. Peralihan ini mengidentifikasi diawali masa Heian yang berjalan sampai era keduabelas. Heiankyo memiliki arti "ibukota kenyamanan dan ketenangan" dan lebih dikenali sebagai Kyoto.

Ibukota baru ini dibuat memakai mode Tiongkok. Beberapa aristokrat mempunyai istana bagus dengan kebun dan sebuah taman besar yang dibuat di selatan istana kerajaan. Tidak ada kuil Buddha yang dibolehkan dibuat pada bagian khusus kota dan tidak ada pendeta yang dibolehkan berpindah dari Nara, walau Kammu meluluskan pembangunan dua kuil di dekat gerbang Rashomon.

Kammu membuat Hirano Jinja, kuil Shinto, tahun 794. Kyoto sebagai salah satunya kota yang berada di Jepang. Kota ini banyak memiliki situs monumental yang masih tetap ada sampai sekarang ini. Maka dari itu, Kyoto menjadi satu diantara kota yang harus didatangi pelancong saat bertandang ke Jepang.

Kehadiran Kyoto penting untuk Jepang karena kota ini pernah memiliki status sebagai ibukota Jepang. Ingin tahu dengan Kota Kyoto? Yok, baca bukti-bukti berikut!

  1. Berada di daerah Kansai di Pulau Honshu, Kyoto sebagai sisi dari daerah metropolitan Keihanshin bersama dengan Osaka dan Kobe
  2. Kyoto sebagai ibukota Jepang saat sebelum Tokyo. Kyoto pernah memiliki status ibukota lebih dari seribu tahun
  3. Sisi barat Kyoto dikitari oleh bukit-bukit Arashiyama. Tempat ini jadi favorite karena panorama alam dan bangunan sejarahnya
  4. Heian Jingu ialah kuil Shinto paling penting di Kyoto yang dibuat tahun 1895 untuk rayakan peringatan 1.100 tahun berdirinya Kyoto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama