Saham Black Diamond (COAL) Terbang Tinggi kembali, Konglomerat Ini Dapat Cuan sampai Rp 1 Triliun

Saham PT Black Diamond Sumber Tbk (COAL) ditutup melejit 25% ke Rp 515 pada perdagangan Rabu (21/9/2022). Saham COAL pertama kalinya dicatat (listing) di Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada Rabu (7/9/2022).

Awalnya, Black Diamond melangsungkan penawaran umum pertama (initial public offering/IPO) pada harga Rp 100 per saham.

Adapun formasi pemegang saham perseroan sesudah IPO ialah 42% dipunyai oleh Sujaka Lays, 24% dipunyai PT Esa Cemerlang, Arie Rinaldi 6%, PT Alam Ikhlas Kekal 4%, Herry Sen 4%, dan 20% dipunyai warga.

Secara jumlah saham, konglomerat Sujaka memegang langsung saham COAL sekitar 2.625.000.000 saham. Disamping itu, presiden direktur PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) itu kuasai COAL melalui Alam Ikhlas Kekal. Masalahnya Sujaka mengempit 99% saham Alam Ikhlas Kekal dan 1% bekasnya digenggam Marvin Lays.

Bila memakai anggapan harga IPO, karena itu nilai pemilikan Sujaka atas Black Diamond langsung capai Rp 262,5 miliar di saat IPO. Dan, dengan merujuk pada penutupan COAL pada Rabu (21/9/2022) ini, nilai pemilikan langsung Sujaka atas saham COAL bertambah jadi Rp 1,351 triliun. Maknanya, sesudah dua minggu COAL listing, Sujaka mendapat capital gain sampai Rp 1,08 triliun. Hal tersebut dengan anggapan Sujaka tidak jual saham COAL yang digenggamnya semenjak COAL pertama listing.

Untuk dipahami, nama Sujaka Lays dan PT Alam Ikhlas Kekal tidak ada pada lis pemegang saham COAL yang terserang lock up. Dan, PT Esa Cemerlang, Arie Rinaldi, dan Herry Sen terhitung pemegang saham yang dilarang untuk mengubah beberapa atau semua pemilikan sahamnya s/d delapan bulan sesudah pengakuan registrasi jadi efisien.

Sujaka Lays sebagai masyarakat negara Indonesia yang terlahir di Jakarta pada 30 Juni 1981. Sekarang ini umurnya 41 tahun. Ia mendapat gelar diploma di Perth Western Australia di tahun 1999. Memulai karier semenjak tahun 1999 sampai saat ini sebagai direktur khusus di PT Sampit International. Di tahun 2017 sebagai direktur khusus pada PT Alam Ikhlas Kekal.

Dalam laporan tahunan INCF, Sujaka tergabung dengan Indo Komoditi Korpora semenjak 11 November 2015 sampai sekarang ini. Dan, memegang presiden direktur INCF berdasar Akte No. 10 tanggal 20 Juli 2017 yang dibikin oleh Elly Halida, S.H. Notaris di Jakarta.

Dalam pada itu, Black Diamond Sumber dibangun pada 27 Maret 2017. Waktu itu, susunan pemilikan awalnya Black Diamond ialah Sujaka Lays 99,95% dan Marvin Lays 0,05%. Kemudian, susunan pemilikan COAL alami seringkali peralihan di tahun 2020 dan di tahun 2021, sampai pada akhirnya melangsungkan IPO.

Belum ada Komentar untuk "Saham Black Diamond (COAL) Terbang Tinggi kembali, Konglomerat Ini Dapat Cuan sampai Rp 1 Triliun"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini