Produsen Batu Bara Besar Disebutkan Bidik Dana Brata (TEBE), Harga Sahamnya Mempunyai potensi ke Rp 1.500

Harga saham PT Dana Brata Mulia Tbk (TEBE) disebut akan dikerek ke tingkat Rp 1.500 dalam kurun waktu dekat, bersamaan dengan berita di pasar yang mengatakan jika perusahaan tambang terpenting tengah punya niat mengakuisisi saham perseroan. Minggu kemarin, saham TEBE ditutup di tingkat Rp 805.

Sumber Investor Daily menjelaskan, pengokohan harga batu bara global menggerakkan beberapa perusahaan batu bara terpenting di Indonesia berminat untuk mengakuisisi saham TEBE. Apa lagi fragmen usaha TEBE di bagian infrastruktur pertambangan benar-benar diperlukan untuk menyokong kenaikan kemampuan produksi beberapa tambang.

"Berita pasar mengatakan jika perbincangan sedang berjalan dengan arah pemerolehan untuk meningkatkan nilai masing-masing perusahaan dan pasti dapat berpengaruh pada performa keaungan di depan," ungkapkan sumber itu.

Selainnya factor itu, ia mengatakan, secara performa keuangan TEBE memperlihatkan keuntungan bersih yang melejit. Peningkatan itu jadikan keuntungan per saham perseroan bertambah jadi Rp 160,46 per saham sampai Juni 2022. Perseroan disokong status keuangan yang sehat dan stabilitas management untuk membagi dividen.

"Kami memprediksi keseluruhan dividen yang dibagi tahun ini dapat semakin besar, bersamaan dengan performa keuangan yang melejit," jelasnya.

Ia menambah, support positif pada pengokohan harga saham TEBE tiba dari beragam tindakan korporasi yang sedang diperhitungkan perseroan. Salah satunya, volume pengiriman batu bara semakin lebih besar, dibanding prediksi awalnya.

Perseroan merencanakan untuk pengembangan usaha ke sektor pengiriman produk CPO, penumpang, dan angkutan batu bara yang lain. TEBE disebutkan tengah mengincar peluasan usaha ke perdagangan batu bara, bersamaan dengan tingginya nilai jual komoditas itu.

Calden Investments Terlepas Saham Dana Brata (TEBE), Siapa Pembelinya?

Calden Investments Limited jual semua miliknya pada PT Dana Brata Mulia Tbk (TEBE) sekitar 114.193.116 saham atau 8,89%.

Dalam transparansi info, Rabu (24/8/2022), Direktur Calden Investment Limited Pang Teck Huat menerangkan, tanggal transaksi bisnis terjadi pada 19 Agustus 2022 pada harga Rp 500 per saham. Karenanya, nilai transaksi bisnisnya capai Rp 57 miliar.

"Arah transaksi bisnis, divestasi," jelas Pang Teck Huat.

Sesudah transaksi bisnis ini, karena itu Calden Investments melepaskan semua pemilikan di TEBE.

Adapun dalam transparansi info TEBE tersingkap jika ada faksi yang beli 114.193.116 saham perseroan atau 8,89%, yaitu South Bay Capital Ltd.

"Status pemilikan saham, langsung," tutur Sekretaris Perusahaan TEBE Ayu Yusman dalam transparansi info, Rabu (24/8/2022).

Dana Brata (TEBE) Membagi-bagi Dividen Rp 45 per Saham, Saksikan Rinciannya!

PT Dana Brata Mulia Tbk (TEBE) membagi dividen sebesar keseluruhan Rp 57,825 miliar atau Rp 45 per saham.

Pembagian dividen ini berdasar keputusan hasil pertemuan umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Dana Brata Mulia Tbk yang sudah dikerjakan pada Kamis, tanggal 9 Juni 2022.

"Sudah disepakati jika perseroan akan membagi tersisa dividen tunai sejumlah Rp 57.825.000.000 atau sejumlah Rp 45 per saham," terang transparansi info perseroan diambil Selasa (14/6/2022).

Dividen tunai akan dibagi ke pemegang 1,285 miliar saham perseroan yang beberapa namanya terdaftar dalam perincian pemegang saham perseroan di tanggal 21 Juni 2022 s/d penutupan perdagangan saham di Bursa Dampak Indonesia di tanggal itu atau yang dikatakan sebagai recording date pemegang saham yang memiliki hak atas dividen tunai.

Adapun dalam perdagangan sesion I, Selasa (14/6/2022) saham Dana Brata Mulia dibuka di Rp 815 atau turun 4,1% dari hari kemarin.

Berikut agenda pembagian dividen TEBE:

Industri Batu Bara Berperanan Besar dalam Peralihan Energi

Peralihan energi menjadi satu diantara rumor fokus pada Presidensi G-20 Indonesia tahun 2022 dengan konsentrasi khusus pada akses, tehnologi, dan permodalan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, memperjelas peralihan energi tidak harus menghapus batu bara. Dengan pengembangan tehnologi, emisi dari batu bara dapat didesak hingga sasaran Net Zero Emission pada 2060 masih tetap dapat diraih.

"Silahkan kita berpikiran dengan lainnya. Keywordnya peralihan energi terus-menerus. Net Zero Emission pada 2060 sebagai scenario besar yang perlu kita definisikan dengan cara tidak biasa saja. Kuncinya ialah pengembangan," kata Ridwan Djamaluddin pada acara talkshow hasil kerjasama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Kementerian ESDM dan Mining Industry Indonesia (Mind ID), Hotel Westin, Bali, Senin (29/8).

Berkaitan pengembangan, Ridwan mengutamakan keutamaan faktor keterjangkauan dan kepenguasaan tehnologi. Dia minta supaya dari hasil talkshow ini betul-betul digerakkan supaya industri batu bara bisa memberikan dukungan peralihan energi yang terus-menerus.

Dalam pada itu, sesion mini innovation workshop memberikan fasilitas transparansi pengembangan untuk pengurangan emisi dan peralihan energi secara mendalam dari beragam penopang kebutuhan yang terkait. Diharap ada support, kerjasama, keterlibatan aktif, dan beberapa ide dari beberapa penopang kebutuhan untuk perkuat semangat pengembangan dan menyeleraskan arah bersama capai pengurangan emisi global.

Datang dalam sesion workshop ini, Kepala Pusat Penelitian Tehnologi Pertambangan Tubuh Penelitian dan Pengembangan Nasional (BRIN) Anggoro Tri Mursito, Direktur Sumber Daya Manusia PTBA Suherman, pimpinan federasi pertambangan, dewan juri dan advisor Bukit Asam Innovation Awards 2022 Greenovator, beberapa pimpinan instansi riset dan perusahaan rintisan tehnologi, dan beberapa pemuda delegasi Y-20.

Direktur Khusus PTBA, Arsal Ismail mengutarakan, kehadiran beberapa pakar, akademiki, pegiat pengendalian lingkungan, dan angkatan muda terbaik yang bergabung dalam Y-20 juga akan memberi penglihatan dan saran bersama buat terlaksananya peralihan energi yang terus-menerus dengan masih tetap memerhatikan ekonomi sirkular.

"Keterlibatan, sinergisitas, dan kerjasama dari seluruh pihak tentu saja akan makin memudahkan dan percepat cara kita ke arah sasaran yang sudah diputuskan," kata Arsal Ismail.

Sesion talkshow sendiri hasilkan ringkasan peralihan energi memerlukan rencana dan penyiapan masak. Diperlukan loyalitas semua penopang kebutuhan supaya beberapa program peralihan energi yang terus-menerus dapat jalan sama sesuai sasaran.

Arsal Ismail menerangkan, sesuai dengan misi PTBA jadi perusahaan energi kelas dunia yang perduli lingkungan, perusahaan tengah menguatkan keberadaan dan berubah jadi perusahaan energi.

Alih bentuk ini tidak hanya dilaksanakan untuk membuat usaha yang kebersinambungan, tetapi memberikan dukungan sasaran pemerintahan Indonesia untuk capai Net Zero Emission di tahun 2060, menggerakkan proses peralihan energi terus-menerus, dan tingkatkan kontributor perusahaan dalam memberikan dukungan ketahanan energi nasional.

"Beragam taktik alih bentuk usaha sudah kami aplikasikan seperti kenaikan portofolio pembangkit listrik berbasiskan energi baru terbarukan dan peningkatan hilirisasi batu bara jadi dimethyl ether (DME)," terangnya.

Dari segi operasional pertambangan, Arsal menambah, ada dua program khusus yang digerakkan yaitu Eco Mechanized Mining dan E-Mining Reporting Sistem.

Pada program Eco Mechanized Mining, perusahaan menukar perlengkapan pertambangan yang memakai bahan bakar berbasiskan fosil jadi elektrik. Sementara pada program E-Mining Reporting Sistem, Bukit Asam manfaatkan basis laporan produksi secara real time dan online hingga sanggup meminimalisasi pantauan konservatif dengan kendaraan dan kurangi pemakaian bahan bakar.

Tidak itu saja, Bukit Asam terus-menerus mengaplikasikan program management karbon, sebuah program integratif untuk kurangi emisi karbon dalam operasional pertambangan perusahaan. Beberapa usaha management karbon yang sudah dilakukan yaitu reklamasi, dekarbonisasi operasional tambang, dan study CCUS.

Berkaitan dengan pengkajian CCUS ini, Arsal memperjelas, Bukit Asam sedang melangsungkan persaingan tehnologi dekarbonisasi yang mengutamakan pengembangan di bagian carbon reduction dan CCUS dengan judul Bukit Asam Innovation Award 2022 Greenovator Indonesia.

"Persaingan itu kita harap bisa memberikan dukungan lahirnya inovasi-inovasi berkaitan tehnologi dekarbonisasi di bagian pertambangan, terutamanya batu bara, untuk membuat energi yang dapat dijangkau, handal, terus-menerus," ujarnya.

Belum ada Komentar untuk "Produsen Batu Bara Besar Disebutkan Bidik Dana Brata (TEBE), Harga Sahamnya Mempunyai potensi ke Rp 1.500"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini