Pajak Progresif: Pemahaman, Biaya Pajak, dan Langkah Hitungnya

Pajak Progresif: Pemahaman, Biaya Pajak, dan Langkah Hitungnya

Mam atau Dads punyai kendaraan motor individu di dalam rumah? Bila ya, janganlah sampai tidak mengenal dengan istilah pajak progresif, ya! Di Indonesia, ada perundang-undangan yang atur pajak kendaraan dalam beragam tipe dan kelompok. Langkah perhitungannya juga dapat berlainan, bergantung tipe kendaraan yang dipunyai. Lalu, bagaimanakah cara bayar pajak progresif? Yok, ketahui selanjutnya berikut ini!

Pemahaman Pajak Progresif

Pajak progresif ialah beberapa ongkos yang perlu dibayar oleh pemilik kendaraan. Tidak berlaku untuk semuanya orang, pajak progresif cuma ditujukan untuk mereka yang mempunyai lebih satu kendaraan. Mam harus bayar pajak progresif jika mempunyai keadaan berikut:

  • Mempunyai lebih dari 1 kendaraan motor atas nama satu orang
  • Mempunyai lebih dari 1 kendaraan motor atas nama bagian keluarga lain

Pajak progresif berlaku untuk Mam yang mempunyai lebih dari 1 kendaraan, dengan atas nama yang masih juga dalam satu kartu keluarga (KK). Kedatangan pajak kendaraan ini sudah ditata berdasar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Mengenai Pajak Wilayah dan Retribusi Wilayah. Terdiri jadi beberapa macam kelompok pajak. Pertama, yakni orang yang mempunyai kendaraan kurang dari 4. Selanjutnya, beberapa orang yang mempunyai kendaraan beroda 4 atau kendaraan roda lebih dari empat.

Biaya Pajak Progresif di Indonesia

Biaya pajak progresif diaplikasikan dalam Ketentuan Wilayah (Perda). Perda ini jadi ketentuan turunan atau ketentuan eksekutor pajak progresif kendaraan dari UU No. 28/2009. Mencuplik perhatikan.com, biaya pajak progresif kendaraan motor ditata dalam Pasal 6, yang mengeluarkan bunyi:

  • Biaya pajak pemilikan kendaraan motor pertama, paling rendah sejumlah 1% dan paling tinggi 2%.
  • Biaya pajak pemilikan kendaraan motor ke-2 dan sebagainya, diputuskan pajak progresif terendah 2% dan sejumlah 10% tertinggi.
  • Ketetapan berlaku untuk biaya pajak progresif mobil dan biaya pajak progresif motor.

Untuk biaya pajak progresif pph 21 pada UU HPP dipisah ke 5 kelompok biaya. Berikut kelompok biaya pajak progresif, merujuk pada pph 21:

  • PKP s/d Rp 60 juta = 5%.
  • PKP di atas Rp 60 juta - Rp 250 juta = 15%.
  • PKP di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta = 25%.
  • PKP di atas Rp 500 juta - Rp 5 miliar = 30%.
  • PKP di atas Rp 5 miliar = 35%.

Susunan biaya PPh paling rendah dalam satu tahun untuk yang menerima PKP s/d Rp 60 juta dikenai pajak 5%. Selanjutnya, susunan paling tinggi pemilik kendaraan akan dikenai 35% atau yang menerima PKP di atas Rp5 Miliar. Walau demikian, besaran biaya pajak ini akan berbeda dan disamakan kembali menurut perundang-undangan atau ketentuan daerah. Ini dikarenakan oleh tiap wilayah mempunyai peraturan atau keadaan yang berbeda.

Replikasi dan Contoh Langkah Bayar Pajak Progresif

Bapenda Jawa barat memberi contoh replikasi dan langkah bayar pajak progresif di Indonesia. Ada juga contoh pembayaran ini menjadi referensi untuk tiap pemilik kendaraan dalam bayar beban pajak yang dikenai. Contoh 1 Penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor:

Pak Ahmad mempunyai 2 biji motor dan 1 biji mobil. Maka dari itu, pembayaran pajak progresif akan dikenai pada 2 biji motor individu yang dipunyainya. Untuk bayar pajak kendaraan bermotor pertama, beberapa hal yang penting jadi perhatian:

  • NJKB Motor sejumlah Rp9.600.000
  • Berat koefisien sejumlah 1
  • Biaya pajak pemilikan pertama sejumlah 1,75%

Maknanya, pajak pertama kendaraan motor yang perlu dibayarkan Pak Ahmad ialah Rp9.600.000 x 1 x 1,75% = Rp168.000. Tetapi, jumlah itu belum terhitung bantuan harus dana kecelakaan jalan raya jalan (SWDKLLJ).

Ada pula ongkos tambahan dalam Akseptasi Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ada pada Ketentuan Pemerintahan nomor 60 Tahun 2016. Dalam pada itu, untuk hitung pajak kendaraan motor yang ke-2 , berikut banyak hal yang perlu jadi perhatian:

  • NJKB Motor sejumlah Rp9.600.000
  • Berat koefisien sejumlah 1
  • Biaya pajak pemilikan pertama sejumlah 2,25%

Maka pajak kendaraan motor ke-2 yang perlu dibayar ialah Rp9.600.000 x 1 x 2,25% = Rp216.000. Sama seperti dengan awalnya, ongkos itu belum terhitung bantuan harus dana kecelakaan jalan raya jalan (SWDKLLJ). Lalu, bagaimana dengan mobil yang dipunyai Pak Ahmad?

Mobil itu tidak dikenai biaya progresif, hanya karena terbagi dalam 1 unit. Tersebut deretan info berkaitan pembayaran pajak progresif untuk pemilik kendaraan motor. Maka apa Mam terhitung orang yang perlu bayar pajak progresif? Bila ya, janganlah sampai terlambat untuk bayar pajak itu, ya, Mam!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama