OJK Akan Melakukan Revisi Dalam Investasi Unitlink Saham di Perusahaan Affiliasi

Bongkar ulangi langkah main asuransi untuk melakukan investasi menjadi satu diantara jadwal khusus dalam reformasi industri ini. Minimal, itu yang seringkali disebutkan oleh petinggi Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) dalam seringkali peluang.

Memang, bila dijelajahi, masih tetap ada beberapa lubang yang sekiranya perlu ditambal oleh regulator berkaitan ini. Terutamanya pada produk asuransi yang diinvestasikan yang sejauh ini sering juga dikenal lewat produk unitlink.

Salah satunya sebagai perhatian adalah berkaitan peletakan pada saham punya emiten yang berafiliasi dengan pemilik produk unitlink tersebut. Sekarang ini, ada banyak produk unitlink yang semakin banyak tempatkan portofolio sahamnya di emiten terafiliasi.

Misalkan, produk MNC Link Aktif punya PT MNC Life Assurance yang disebut pemberi imbal hasil paling tinggi pada bulan Agustus sejumlah 58,76%, berdasar data Infovesta. Adapun, dana urusan dari poduk itu sebesar Rp 45,2 miliar.

Bila diperinci dari prospektusnya, produk MNC Link Aktif ini lebih banyak tempatkan portofolionya di emiten-emiten punya group MNC, seperti MNC Kapital Indonesia, MNC Asia Holding, MNC Energy Investments,, MNC Land, Media Nusantara Citra, MNC Digital Pertunjukan, dan Reksadana ETF MNC36 Likuid.

Namun, tidak diuraikan dengan cara tepat dalam prospektus itu berapa besar portofolio yang ditaruh dalam setiap saham itu. Direktur Khusus MNC Life Febriyani S Yahya mengeklaim penempatannya telah sama sesuai ketentuan.

"Tidak memimpin tetapi perkembangan sahamnya sendiri jadi keliatannya memimpin," tutur Febriyani ke KONTAN, Rabu (21/9).

Febriyani menambah jika formasi asset investasi itu telah diakui dengan cermat, baik dari segi imbal hasil atau tingkat resiko masing-masing subdana.

Memang tidak dapat disangkal, beberapa saham emiten group MNC itu mempunyai rerata performa selama setahun ini bertambah di atas 50%. Misalkan, MNC Digital Pertunjukan yang naik 108% dan MNC Energy Investments yang naik 118%.

"Ini salah satunya taktik kami untuk menggerakkan performa subdana saham, karena kami menyaksikan sekarang ini prospektif gain dari saham grup," lanjut Febriyani.

Bila mengarah pada POJK Nomor 71 Tahun 2016 mengenai Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi menyebutkan investasi berbentuk saham yang terdaftar di bursa dampak, untuk tiap emiten tertinggi 10% dari jumlahnya investasi, semuanya tertinggi 40%.

Kepala Departemen Pemantauan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengetahui jika sekarang ini penataan batas investasi unitlink ke perusahaan group atau affiliate belum secara tegas ditata.

Tetapi, dia menyaratkan di depan investasi ini semakin lebih diketatkan untuk pastikan perusahaan lebih prudent dalam tempatkan investasinya. Menurut dia, ini dilaksanakan untuk jaga kebutuhan pemegang polis.

"Kami mengharap saat sebelum tahun akhir ketentuan ini telah keluar," katanya.

Sayang, tidak diterangkan dengan detail berkaitan penataan investasi itu akan ditata seperti apakah. Kepala Departemen Pemantauan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 1A Dewi Astuti benarkan jika sekarang ini OJK sedang dalam gagasan mengoreksi POJK 71 Tahun 2016 itu.

"POJK ini akan dikoreksi terhitung batas investasi untuk masing-masing faksi. Saat ini masih ditelaah," tutur Dewi.

Dalam pada itu, riset sekalian CEO Edvisor.id Praska Putrantyo memiliki pendapat jika sepanjang peletakan investasi itu tidak melewati batas optimal, karena itu masih di ranah tidak beresiko.

"bila usaha dari faksi yang terafiliasi itu ter-diversifikasi, semestinya tidak mempunyai imbas berarti," paparnya.

Belum ada Komentar untuk "OJK Akan Melakukan Revisi Dalam Investasi Unitlink Saham di Perusahaan Affiliasi"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini