Ingin Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Masuk Rutan KPK, Kamruddin Simanjuntak Meminta Febri Diansyah Obyektif

Ingin Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Masuk Rutan KPK, Kamruddin Simanjuntak Meminta Febri Diansyah Obyektif

Advokat mendiang Brigadir J Kamaruddin Simanjutak inginkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dijebloskan ke rumah tahanan Komisi Pembasmian Korupsi (KPK). Namun menurut Kamaruddin hal tersebut bisa terjadi jika advokat Putri Candrawathi, Febri Diansyah bekerja secara obyektif.

"Jika Putri Candrawathi sama Ferdy Sambo masuk ke KPK atau masuk ke rutan KPK memiliki arti Febri Diansyah telah bekerja secara obyektif sebagai penasihat hukum," kata Kamaruddin. Dikutip dari video tiktok @negara_cerdas_yt pada Sabtu, (1/10/2022).

Kebalikannya jika Ferdy Sambo dan Putri Candrawati tidak diamankan oleh KPK, Kamrauddin memandang status Febri sebagai bekas anggota KPK percuma. Hal tersebut dia ungkap karena Kamaruddin terima laporan jika Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah lakukan gratifikasi sebesar Rp2miliar.

"Orang gratifikasi Rp50 juta saja diamankan masak gratifikasi Rp2miliar, yang saya mengetahui sich Rp5miliar tetapi karwna mereka mengaku Rp2 miliar iyaa Rp2miliar saja kita ikutin di luar yang ke LPSK ya," katanya. Langsung saja, video itu juga memdapat bermacam respon dari netizen.

"Hai KPK tunjukkan jika kalian semuanya orang jujur," kata account @*****ua.

"Di sini kita tahu bagaimana akan performa KPK , for you Febry Diansyah," sebut account ri.

"Dampingi Sampai Habis bang kamarrudin. Pintar," papar account @********yy.

"Oke pak @Komaruddin Simanjuntak, SH @Kamarudin Simanjuntak kami memberikan dukungan mu," tutur account @*****26.

Putri Candrawathi pada akhirnya ditahan. Awalnya, khalayak menanyakan kenapa istri Fredy itu belum ditahan walau sebenarnya banyak wanita yang lain kasusnya lebih enteng tetapi harus tetap jalani hukuman di penjara. Penahanan pada Putri Candrawathi dipandang ahli hukum pidana Kampus Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakkir telah tepat. Putri Candrawathi, kata Mudzakkir, sebagai salah satunya terdakwa dari pembunuhan merencanakan Brigadir J kurang kooperatif.

"Keputusan Polri itu telah pas karena tindak pidana yang didugakan terhitung tindak pidana dengan teror maksimal (mati) atau paling berat," kata Mudzakkir, dalam info tercatat yang diterima di Jakarta, diambil dari suara.com, Jumat (30/9/2022).

Menurut Mudzakkir Polri telah memperlihatkan sikap dan perlakuan yang memprioritaskan azas kemiripan di depan hukum atau equality before the law. Masalahnya lanjut Mudzakkir, beberapa terdakwa wanita yang lakukan tindak pidana relatif enteng sering ditahan dibanding Putri Candrawathi

"Polisi telah memperlihatkan sikap dan perlakuan yang 'equal' (equality before the law) dengan terdakwa wanita yang lain," katanya.

Mudzakkir mengharap kasus pembunuhan merencanakan yang menangkap Ferdy Sambo dan empat terdakwa yang lain menjadi evaluasi ke penyidik polisi keseluruhannya. Dia memandang sikap Polri menyelesaikan kasus pembunuhan merencanakan Brigadir J sama dengan kasus sama yang lain. 

"Karena tidak memperlihatkan tanda-tanda peralihan sikap dalam praktek penegakan hukum yang lebih humanis serta lebih arif, sikap yang lebih equal dan menegakkan azas praduga tidak bersalah," ucapnya.

Sebelumnya telah dikabarkan, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan faksinya sah meredam Putri Candrawathi di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jumat. Penahanan itu dalam rencana penyiapan penyerahan tahapan II ke Kejaksaan minggu kedepan.

"Maka dari itu untuk menyiapkan dan mempermudahkan proses penyerahan tahapan II sesudah arsip kasus dipastikan komplet atau P-21, ini hari saudara PC (Putri Candrawathi) kami pastikan dan memutuskan untuk ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri," kata Kapolri.

Terdakwa pembunuhan merencanakan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, sah ditahan polisi. Demikian keluar ruangan pengecekan, Putri Candrawathi, kenakan pakaian tahanan. Dijumpai, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo umumkan langsung penahanan Putri. Polri meredam Putri selesai lakukan pengecekan jasmani dan psikologi.

"Hari ini kami sudah melakukan pengecekan berkaitan dengan keadaan pengecekan keadaan jasmani dan lakukan pengecekan psikologi," kata Kapolri dalam pertemuan jurnalis, Jumat (30/9).

"Maka dari itu, untuk menyiapkan dan memudahkan proses penyerahan arsip tahapan dua, ini hari Saudara PC kita pastikan, kita memutuskan untuk ditahan di Rutan Mabes Polri," tutur Kapolri.

Berikut beberapa bukti berkaitan Putri Candrawathi yang sekarang berpakaian tahanan:

1. Didampingi Febri Diansyah

Putri keluar Gedung Bareskrim lewat lobi tengah sekitaran jam 17.20 WIB. Dia kelihatan kenakan pakaian tahanan warna oranye ke arah tahanan dengan ditemani kuasa hukumnya, Febri Diansyah. Bekas Juru bicara KPK itu tidak sendiri menemani Putri Candrawathi. Kelihatan team kuasa hukum lain yaitu Arman Hanis dan Rasamala Aritonang. Febri kelihatan kenakan batik warna cokelat. Febri terlihat ada di samping Putri Candrwathi. Ia juga kadang-kadang minta reporter buka jalan untuk Putri Candrawathi.

2. Minta Doa

Putri selanjutnya memberi info jurnalis. Dia meminta doa supaya bisa lewat semua proses penahanan.

"Saya minta doa supaya saya sanggup lewat semuanya," kata Putri.

3. Titip Anak

Dia memercayakan anak-anaknya di dalam rumah. Dia minta anak-anaknya untuk raih harapan dengan tinggi mungkin.

"Saya minta ijin titip anak saya di dalam rumah, dan di sekolah mereka masing-masing," tutur Putri dalam suara yang bergetar.

"Untuk anak-anakku sayang, belajar yang bagus, dan masih tetap capai cita-citamu, dan selalu melakukan perbuatan yang terbaik," katanya.

"Terima kasih rekan-rekan telah menanti lumayan lama, sebagai penegasan sikap kooperatif telah diperlihatkan oleh Bu Putri dan kami sebagai loyalitas awalan yang telah dikatakan, proses hukum ini jadi sisi yang kami harap supaya pengetesan bukti dan pengetesan bukti-buktinya dapat dilaksanakan secara terbuka," kata Febri.

Ia mengharap jika kasus ini dijaga oleh warga. Febri mengharap majelis hakim nanti dapat memutuskan kasus ini dengan adil.

"Kami berharap ada juga pengamanan dari khalayak semua. Jika dari beberapa instansi berkaitan telah ada proses pemantauan secara eksklusif yang sama kita dengar di kabar berita media, hal tersebut sudah pasti kita menyambut baik karenanya pengamanan dari sisi semua pihak keinginannya kelak majelis hakim betul-betul akan memandang secara adil secara imparsial dan ketetapannya benar-benar adil untuk semuanya faksi," katanya.

"Keputusan adil pasti cuma dapat didapat dengan pengetesan bukti-bukti dan bukti yang ada, itu yang pertama," sambungnya.

5. Masih Trauma

Febri Diansyah, ungkap keadaan terbaru Putri. Febri mengatakan Putri masih trauma.

"Hasil dari pengecekan psikolog Mabes Polri, dokter sampaikan ada trauma karena peristiwa yang dirasakan awalnya," kata Febri dalam info tercatatnya, Jumat (30/9/2022).

Febri menjelaskan dokter dari Unit Kesehatan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri-Klinik Pratama memberi resep obat untuk Putri Candrawathi. Menurut dia, Putri masih memerlukan pengiringan psikis.

"Kami mengucapkan syukur keadaan client kami dipastikan baik secara fisik walau secara psikis masih memerlukan pengiringan ingat komplikasi keadaan yang dirasakan pascaperistiwa yang sama kita kenali," katanya.

Putri Candrawathi, satu dari 5 terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, sampaikan pesan untuk anak-anaknya, saat dia ditahan Bareskrim Polri pada Jumat (30/9/2022).

"Saya minta ijin titipkan anak saya di dalam rumah dan di sekolah mereka masing-masing. Untuk anak-anakku sayang, belajar yang bagus dan masih tetap capai cita-citamu, dan selalu melakukan perbuatan yang terbaik," kata Putri yang istri Ferdy Sambo, sambil menangis, diambil dari siaran Kompas TV.

Adapun Febri Diansyah sebagai advokat keluarga Ferdy Sambo, ungkap gagasan pengasuhan anak-anak Putri. Bekas jubir Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) itu menyebutkan, anak bungsu client-nya akan diasuh oleh nenek dan pengasuh keluarga.

"Barusan saya sempat ulas , sempat dialog , sekarang ini di dalam rumah, anak yang paling kecil akan dijaga, selainnya oleh pengasuh oleh neneknya yang saat ini berusia sekitaran 82 tahun," kata Febri.

"Karena ini keadaan yang tidak gampang ya, baik untuk anak-anak yang kecil atau anak-anak yang sekolah sekarang ini. Karena itu barusan yang dikenang ibu (Putri Candrawathi), yang menjadi pesan barusan itu konsentrasi ke anak-anaknya," paparnya.

Dikabarkan sebelumnya KOMPAS.TV, Putri ditahan oleh penyidik sesudah dicheck dan dipastikan sehat oleh Team Klinis Polri pada Jumat (30/9). Penahanan istri Ferdy Sambo itu dikatakan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Ini hari saudara PC kita pastikan, kita memutuskan, ditahan di Rutan Mabes Polri. Penahanan ini untuk menyiapkan dan memudahkan proses penyerahan arsip tahapan dua," kata Sigit di Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pastikan akan penuhi hak-hak istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sepanjang jalani periode penahanan. Terhitung, lanjut Kapolri, berkenaan hak-haknya sebagai seorang ibu dari anak yang berumur di bawah 5 tahun dengan mengakomodasinya untuk berjumpa.

"Yang terang hak-hak sebagai seseorang yang ditahan itu masih tetap diberi peluang berjumpa dengan putranya, kami beri," kata Listyo Sigit pada mass media di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022) yang diawasi Kompas TV secara online.

Jenderal polisi bintang empat itu menjelaskan, ini hari Putri Candrawathi jalani harus melapor di Bareskrim Polri berkaitan statusnya sebagai terdakwa pembunuhan merencanakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Selainnya harus melapor, Putri Candrawathi dilaksanakan pengecekan kesehatan, baik keadaan jasmani atau pengecekan psikologi. Listyo Sigit memperoleh laporan jika hasil pengecekan kesehatan istri Ferdy Sambo itu pada kondisi baik. Jasmani atau psikologisnya.

"Maka dari itu, ini hari saudara PC (Putri Candrawathi) kami pastikan dan memutuskan untuk ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri," sebut Listyo Sigit.

Listyo Sigit menerangkan argumen faksinya meredam Putri Candrawathi yaitu untuk menyiapkan dan memudahkan proses penyerahan tahapan II sesudah arsip kasus dipastikan komplet atau P-21. Kapolri mengharap, cara penahanan yang sudah dilakukan penyidik bisa jawab pertanyaan khalayak sejauh ini yang menanyakan status Putri Candrawathi tidak juga ditahan walau dengan status terdakwa pembunuhan.

Bekas Kabareskrim Polri itu mengutamakan loyalitas Polri untuk menyelesaikan Kasus Duren Tiga, baik pembunuhan merencanakan dengan 5 terdakwa atau obstruction of justice dengan 7 orang terdakwa. Terhitung, ungkapkan Sigit, proses hukum ke anggota Polri yang menyalahi etik sekitar 35 orang. Dari jumlahnya itu, 5 orang salah satunya sudah diputus ancaman pemberhentian atau PTDH. Dan yang lain dijatuhkan ancaman demosi dan penepatan pada tempat khusus (patsus).

"Sekarang ini (sidang etik) masih berjalan untuk menyelesaikan bekasnya, ini sisi dari loyalitas kami untuk sungguh-sungguh menyelesaikan pengatasan kasus ini," tutur Kapolri.

"Sebagai loyalitas jika Polri lakukan ini secara tegas, tanpa pandang bulu-bulu untuk membenahi keyakinan warga pada Polri."

Gagasannya, Polri melakukan penyerahan tahapan II (terdakwa dan tanda bukti) ke Kejaksaan dilaksanakan minggu kedepan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama