14 Cara Menghadapi Teman Toxic Dengan Tepat

Di dunia persahabatan, tentunya ada banyak tipe rekan yang bisa dijumpai. Misalkan, rekan yang supportive, pengasih, peka, enteng tangan, pendiam, banyak berbicara, sukai bergurau, sukai geram-marah, dan ada banyak kembali. Sekarang ini, istilah rekan yang toxic kerap dibahas.

Dikutip dari situs halodoc.com, toxic friendship karena ada rekan yang toxic disimpulkan sebagai wujud jalinan persahabatan yang kurang sehat karena condong mengusik kebahagiaan serta mempengaruhi kesehatan psikis.

Mempunyai persahabatan yang toxic sama menghancurkannya dengan ada dalam jalinan cinta yang toxic. Dalam banyak hal, ini tambah jelek karena Anda berkali-kali di-backstab oleh orang yang seutuhnya Anda percayai dan mengenal lumayan lama. Dan yang lebih bernilai, lebih susah untuk mengetahui jika Anda bersahabat sama orang yang toxic.

Tetapi, apa yang hendak Anda kerjakan saat Anda pada akhirnya mengetahui jika rekan terbaik Anda sebetulnya ialah seorang yang selalu jatuhkan Anda, menghina Anda dan perlakukan Anda dengan jelek? Anda jangan biarkan beberapa orang seperti mereka dan hadapi keadaan ini ibarat orang dewasa.

Berikut empat langkah untuk hadapi rekan yang toxic dalam kehidupan Anda dan akhiri semua jalinan persahabatan tanpa sakiti mereka:

1. Ingatkan mengenai perlakuan dan pengucapan mereka

Untuk mereka sadar jika Anda memerhatikan suatu hal dan tidak sepakat sama mereka. Saat Anda mendapati mereka bohong atau merekayasa Anda, panggil mereka dan dengan santun suruh mereka stop. Peluang itu akan beralih menjadi pertikaian tapi minimal mereka akan mengetahui jika mereka membodohi Anda.

2. Bicara empat mata

Bila Anda telah bersahabat lama, hal terbaik ialah duduk dengan mereka dan mengulasnya. Kemungkinan mereka simpan sakit hati atau cemburu pada Anda yang sebetulnya kurang sehat. Anda kemungkinan bisa menolong mereka dan persahabatan Anda dengan bicara mengenai kenapa mereka jahat ke Anda.

3. Buat jarak di antara anda dan mereka

Turunkan contact dan istirahatlah dari menyaksikan dan bicara sama mereka khususnya saat mereka sakiti Anda. Jauhi panggilan dan pesan mereka saat Anda tidak mau bicara sama mereka. Membuat jarak sama mereka akan menolong Anda berpindah dari beberapa hal negatif yang pada akhirannya akan menghancurkan psikis dan fisik Anda.

4. Meninggalkan mereka

Saat semua tidak berhasil dan mereka tidak membenahi bagaimanakah cara mereka perlakukan Anda, lebih bagus untuk Anda untuk mundur dan akhiri pertemanan. Tidak boleh menyikapi pesan pada mereka dan stop berkawan sama mereka. Terangkan jika Anda tidak berminat untuk meneruskan persahabatan sama mereka, untuk kenyamanan psikis Anda sendiri.

5. Ketahui dahulu karakter toxic-nya

Hal yang paling penting dalam hadapi rekan yang toxic ialah pahami beberapa kondisi saat dia jadi toxic. Contoh dari sikap toxic, seperti tidak bertanggungjawab, tidak mengaku kekeliruan, manipulatif, terlampau mengadili seseorang, playing victim, sukai menggunting perbincangan seseorang, dan ada banyak kembali.

Saat sikap-perilaku itu ada dan kita sudah mengetahui apa itu toxic atau mungkin tidak, kita bisa tentukan cara seterusnya. Tetapi, yakinkan tidak untuk memberikan cap "toxic" asal-asalan ke rekan sebab bisa jadi sikap itu cuma ada karena waktu itu ada keadaan khusus yang dirasakan.

6. Buat batas yang terang

Dalam soal persahabatan, sedekat apa saja hubungan, masih tetap ada batas yang tidak dapat dilalui, seperti beberapa hal privacy tersangkut hubungan pertalian cinta, rekanan sama orang lain, persoalan individu, dan sebagainya yang tidak nyaman untuk dibahas, ditambah ke orang yang tidak tepat.

Maka dari itu buat batas yang bermanfaat sebagai perlindungan diri kita saat mempunyai jalinan dengan rekan toxic. Batas yang "terang" di sini tidak berarti tercatat atau diucap secara eksplisit, tapi tentukan di pada diri dan melakukan beberapa cara untuk menahan keluarnya batasan untuk mempertahankan kesehatan psikis sendiri.

7. Ucapkan tidak pada suatu hal yang tidak diharapkan

Hal yang kerap kali jadi permasalahan dalam persahabatan ialah merasa tidak nikmat atau malu. Misalkan, saat disuruh suatu hal, tapi kita sedang tidak bisa menolong, tidak ada apa-apa untuk menampiknya dengan kalimat yang bagus dan tidak menyentuh. Contoh lain bisa juga rekan memberi hal yang tidak diharapkan atau ajak ke arah tempat yang tidak dicintai.

Hal itu penting dimasukkan di semua tipe persahabatan, ditambah apabila sudah toxic karena pekerjaan kita sebagai rekan bukan sebagai pemuas keperluan individu mereka hingga tidak ada kewajiban selalu untuk menurutinya. Penampikan bisa juga dibarengi dengan memberi alternative yang lain kemungkinan dapat menolong.

8. Masih tetap netral

Kadang hal yang dikatakan atau dibuat rekan yang toxic itu ingin dibetulkan walau sebenarnya telah pasti negatif atau berlawanan dengan ketentuan dan etika. Jika mendapati keadaan itu, berlakulah secara netral atau mungkin tidak berpihak supaya rekan itu tidak geram dan tidak berasa paling betul.

Beri tanggapan dengan pemikiran yang jernih dan logis hingga apa yang kelak dibahas tidak cenderung pada segi tertentu. Janganlah lupa untuk memperlihatkan gestur-gestur yang masih tetap positif, seperti memberikan senyum atau masih tetap melihat dan dengarkan secara baik.

9. Temui dengan sabar

Kerap kali, perkataan atau tindakan yang mereka kerjakan berlebihan atau membikin tidak nyaman dan mengakibatkan kita yang dengarnya jadi kecewa dan ingin emosi. Namun, menjaga pemikiran supaya masih tetap jernih dan sadar saat melawannya.

Memberikan tanggapan dengan kondisi emosi yang menggelora dan dalam suara suara yang tinggi tidak lalu membuat rekan jadi sadar, malah dapat mengakibatkan permasalahan yang semakin besar. Maka dari itu, berilah tanggapan yang paling aman, seperti tidak tertarik dan mengubahnya pada hal-hal lain.

10. Berbicara langsung secara baik

Beberapa orang yang sebetulnya toxic di mata seseorang, tapi tidak mengetahui sikapnya hingga terus berperangai yang serupa. Oleh karenanya, mereka kemungkinan perlu pengingat langsung supaya ketahui letak kekeliruannya berada di mana dan jalan keluar apa yang bisa dilaksanakan.

Bahas dengan baik, tidak di muka seseorang, dengan kalimat yang tidak menyentuh, serta lebih ke arah ke peralihan sikap dan sudut pandang yang lebih bagus. Tetapi, bila rekan itu masih tetap denial atau mungkin tidak mengaku, tak perlu terlampau dipikir dan dipaksa.

11. Tak perlu membalasnya dengan tindakan yang jelek

Walau kita mengetahui jika tindakan atau pengucapan rekan yang toxic itu jelek atau bikin rugi, tapi hal itu tidak lalu menghalalkan kita untuk lakukan hal sama padanya. Malah saat kita ikut juga seperti ia, maknanya kita sama toxic-nya.

Oleh karena itu, masih tetap usaha untuk memperlihatkan sikap dan perkataan yang bagus ke rekan toxic atau bila tidak bisa semacam itu, lebih bagus diam saja dan tak perlu diacuhkan kembali. Pengabaian ke mereka kemungkinan bisa membuat mereka sadar dan tidak mengusik kembali.

12. Membuat jarak

Memang betul jika dalam bersahabat upayakan bukan untuk pilih-memilih, tapi jika persahabatan yang tercipta malah bikin rugi atau membikin tidak nyaman karena rekan yang toxic, tidak apa untuk menjauh dan tidak terkait sementara untuk pikirkan hal yang perlu dilaksanakan.

Jika tidak inginkan persahabatan itu untuk bersambung juga, ambil jarak bisa menjadi satu diantara cara supaya minimal persahabatan jadi lebih renggang dan tak lagi mengusik. Namun ini seharusnya jadi pilihan paling akhir saja, ada banyak langkah yang lain keinginannya dapat membuat rekan itu sadar.

13. Menjaga komunikasi dengan rekan lain

Kadang, untuk betul-betul menghindari dan dapat lepas dari rekan yang toxic itu cukup susah, ditambah apabila sudah lama bersahabat atau karena kerap berjumpa karena satu sekolah, universitas, atau tempat kerja. Jika begitu, jaga jalinan dengan rekan yang dirasakan tidak toxic dan bisa menolong supaya minimal tidak selamanya terlilit pada keadaan yang tidak nyaman.

Rencanakan tatap muka atau minimal mengontak lewat handphone dengan teratur dengan rekan lainnya. Disamping itu, juga bisa bertanya opini berkenaan langkah hadapi rekan toxic dari pemikirannya yang kemungkinan dapat diaplikasikan hingga persoalan ini dapat terselesaikan.

14. Bila disuruh, berikan masukan

Jika kawan-kawan yang toxic mulai mengetahui dan mengaku jika dianya toxic dan minta anjuran berkenaan apa yang perlu dilaksanakan, temani dan tujukan pada sikap dan sudut pandang yang lain betul, tak perlu disalah-salahkan kembali. Ini karena anjuran yang membuat bisa menggerakkan motivasi untuk pembaruan diri.

Perlihatkan beberapa sumber, seperti video, podcast, infografik, dan lain-lain yang bisa jadi dasar berkenaan deskripsi rekan yang bagus atau minimal tidak toxic. Langkah ini lebih efisien dibanding sekedar biarkan terus-terusan jadi toxic hingga akar masalahnya tidak usai.

Ringkasannya, rekan yang toxic sebagai rekan yang malah memberikan imbas negatif atau mengaggu keadaan kesehatan psikis. Untuk melawannya, ada cara-cara, seperti ketahui dahulu karakter toxic-nya, buat batas yang terang, dan ucapkan tidak pada suatu hal yang tidak diharapkan.

Disamping itu, upayakan untuk selalu netral, temui dengan sabar, berbicara langsung secara baik, tak perlu membalasnya dengan tindakan yang jelek, membuat jarak, menjaga komunikasi dengan rekan lain, dan berikan saran bila rekan itu meminta.

Tiap orang mempunyai hak untuk bersahabat dan tidak bersahabat dengan siapapun. Maka dari itu, tidak ada kelirunya untuk menghindar rekan yang toxic bila kita memang sungguh tidak dapat melawannya secara baik kembali.

Belum ada Komentar untuk "14 Cara Menghadapi Teman Toxic Dengan Tepat"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini