10 Opsi Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi Paling Mujarab

kehamilan

Untuk yang memerlukan, terdapat beberapa pilihan obat pencegah kehamilan atau kontrasepsi yang dapat diputuskan. Ada yang perlu diminum tiap hari dengan teratur, dan ada juga yang dapat diminum sesudah melakukan hubungan intim.

Walau banyak macamnya, maksudnya sama, untuk menahan kehamilan. Ingin tahu selanjutnya? Yok, baca!

Opsi Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi

Ada beberapa langkah yang dapat dilaksanakan untuk menahan kehamilan terjadi. Berikut beberapa opsi obat anti hamil yang dapat Mam tentukan:

1. Pil KB

Pil KB adalah sistem kontrasepsi yang umum dipakai dan gampang didapatkan. Ada beragam merk pil yang ada, apabila dimakan secara benar, ini dapat menahan kehamilan sampai 99%. Pil ini bekerja dengan menahan berlangsungnya pembuahan, atau tatap muka sel telur dan sel sperma. Pada umumnya, pil KB ada dua tipe yang dapat diminum dengan teratur untuk menahan kehamilan.

- Pil gabungan

Pertama, pil gabungan yang memiliki kandungan estrogen dan progestin. Pil ini harus diminum tiap hari, sama sesuai panduan. Pada paket pil, umumnya ada banyak pil plasebo atau pil yang tidak memiliki kandungan hormon. Arah dari ada pil plasebo itu untuk memberikan peluang menstruasi tiba.

- Pil mini

Disamping itu, ada pula pil mini, yang cuma memiliki kandungan progestin. Pil tipe ini harus diminum tiap hari, di saat yang sama, tanpa terlewatkan sehari juga. Pemakaian obat anti hamil tipe ini umumnya membuat menstruasi tidak seteratur pil KB gabungan.

2. KB Suntik

Selainnya pil, Mam bisa juga memakai KB suntik sebagai obat pencegah kehamilan. Obat anti hamil ini sebagai kontrasepsi hormonal, yang memiliki kandungan hormon progestin untuk hentikan ovulasi. Penyuntikkan umumnya dilaksanakan pada bagian badan tertentu, seperti pantat, lengan atas, paha, atau sisi bawah perut.

Sebelumnya, kandungan hormon progestin pada tubuh akan bertambah. Lantas turun dengan bertahap sampai suntikan seterusnya. Di Indonesia, tipe KB suntik yang biasa dipakai ada dua, yakni KB suntik 1 bulan dan tiga bulan.

3. Kontrasepsi Hormonal Genting

Sama dengan namanya, kontrasepsi hormonal genting ialah obat pencegah kehamilan yang bisa dipakai pada keadaan genting saja. Merk pil KB genting yang umum diketemukan di apotek ialah KB Unggulan Postpil dengan kisaran harga Rp20 beberapa ribu.

Obat ini dikenal juga dengan panggilan "morning after pill" karena dianjurkan untuk selekasnya diminum sesudah melakukan hubungan intim. Obat ini bisa juga dipakai bila berasa kondom yang dipakai robek saat melakukan hubungan intim, atau ketika menjadi korban pemerkosaan.

Pil yang memiliki kandungan levonorgestrel bekerja terbaik bila diminum dalam kurun waktu 72 jam sesudah melakukan hubungan intim. Di apotek, merk pil KB genting yang lain ialah seperti Postinor yang memiliki kandungan lenonorgestrel untuk menahan kehamilan.

4. Pil Genting Ulipristal

Merilis study Australian Preciber, ulipristal asetat ialah alternatif lain untuk menahan kehamilan sesudah berhubungan seksual tanpa kondom. Levonorgestrel ini efisien untuk kontrasepsi genting bila diminum dalam kurun waktu 72 jam.

Bila seorang wanita memakainya sesudah waktu itu, alternatif lain yang efisien ialah alat kontrasepsi dalam kandungan (IUD). Alternative-nya, pil yang memiliki kandungan ulipristal, bisa dipakai dalam kurun waktu lima hari sesudah terkait.

Efektifitas pil kontrasepsi genting ini diutarakan dalam study pada 2015 di jurnal Clinical Obstetrics and Gynecology. Dalam tes medis, tingkat ketidakberhasilan ulipristal asetat sekitar dari 0,9% sampai 2,1%. Dalam pada itu, pil KB levonorgestrel sekitar di antara 0,6% sampai 3,1%.

5. Gel atau Busa Spermisida

Opsi obat pencegah kehamilan setelah itu memakai spermisida. Walau kurang terkenal dibandingkan kontrasepsi lain, ini cukup efisien menahan kehamilan. Langkah kerja spermisida dengan membunuh atau hentikan gerakan sperma. 

Dengan demikian, sperma tak lagi dapat membuahi sel telur dan kehamilan juga dapat dihindari. Spermisida memiliki kandungan bahan kimia yang namanya nonoxynol-9. Ini ada berbentuk gel, busa, spons yang ditempatkan ke vagina.

6. Tablet Suppositoria Spermisida

Karena terhitung alat kontrasepsi non-hormonal, spermisida biasanya aman dari resiko efek berkaitan hormon. Maknanya, ini tidak mengakibatkan peralihan transisi menstruasi, dan aman dipakai oleh ibu hamil. Keamanan dari spermisida sudah ditunjukkan dalam beragam riset. 

Satu diantaranya ialah study pada 2012 pada peserta wanita sehat dan aktif secara seksual berumur 18-40 tahun. Diketemukan jika spermisida yang mengandung nonoxynol-9 keseluruhannya efisien dan aman. Hasil riset ini diedarkan di jurnal Obstetrics dan Gynecology.

7. Kontrasepsi Kondom

Menahan kehamilan bukan hanya dapat dilaksanakan dengan beberapa obat anti hamil tadi diterangkan. Terdapat beberapa pilihan alat kontrasepsi yang lain yang bisa juga diputuskan, bila Mam tidak pas sama yang awalnya.

Kondom ialah opsi obat pencegah kehamilan yang gampang dan murah didapat di apotek. Alat kondom ini bisa juga dipakai bertepatan dengan kontrasepsi lain. Misalkan bila Mam lupa minum pil KB, dapat memakai kondom untuk pastikan kehamilan tidak ada.

8. Intrauterine Piranti (IUD) atau KB Spiral

IUD atau juga dikenal dengan panggilan KB spiral ialah alat kecil yang ditempatkan dokter ke kandungan. Ada dua tipe IUD, yakni IUD hormonal dan tembaga. IUD hormonal umumnya bertahan minimal lima tahun sesudah terpasang.

Sementara IUD tembaga umumnya bisa memberikan pelindungan sampai sepuluh tahun. Lepas itu, IUD mempunyai tanggal lewat waktu. Bila memakainya semakin lama dari jumlahnya saat yang dianjurkan, mempunyai kesempatan kehamilan yang sedikit tinggi.

Obat pencegah kehamilan ini semestinya ada dalam kandungan dalam waktu lama. Tetapi, kadang ini dapat keluar tempatnya dan masuk ke leher kandungan. Bila ini terjadi, seorang memungkinkan untuk hamil.

9. Cincin Vagina

Cincin vagina atau vaginal ring bisa juga jadi opsi alat kontrasepsi untuk wanita. Alat dengan bahan plastik kecil dengan wujud seperti cincin ini ditaruh dalam vagina sepanjang tiga minggu. Lalu, alat ini akan melepas hormon ke badan untuk menahan kehamilan.

Cincin harus dilepaskan sepanjang 7 hari untuk memungkinkannya masa menstruasi tiba, saat sebelum masukkan cincin baru. Bila memakainya dengan prima, cincin vagina akan 99% efisien. 

Beberapa orang menyenangi cincin kontrasepsi ini karena membuat menstruasi mereka teratur dan gampang diprediksikan. Hormon dalam cincin dapat menolong menangani kram menstruasi dan membuat tanda-tanda menstruasi lebih enteng.

10. Diafragma

Diafragma ialah sistem kontrasepsi penghambat yang ditaruh dalam vagina. Penting untuk memoleskan spermisida ke diafragma saat sebelum dipakai supaya lebih efisien. Saat dipakai dengan spermisida, alat ini mempunyai efektifitas sampai 90% untuk menahan kehamilan.

Alat ini harus terpasang beberapa saat saat sebelum terkait, minimal sepanjang 6 jam sesudah melakukan hubungan intim. Lalu, alat pencegah kehamilan ini dapat dilepaskan sesudah 24 jam setelah itu. Lepas itu, diafragma tidak membuat perlindungan dari infeksi menyebar seksual layaknya seperti kondom.

Tersebut ulasan berkenaan opsi obat pencegah kehamilan dan alat kontrasepsi yang lain bisa juga dipakai. Mudah-mudahan berguna!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama