Waspada! Bahaya Delusi Dia Mencintai Kamu

Bahaya erotomania, atau kegilaan cinta, mengancam banyak wanita dan pria.

Erotomania dapat diartikan sebagai gangguan delusi dimana orang percaya pada orang yang “di atas” mereka. Seperti Selebriti yang sangat mencintainya.

Dalam penjelasan oleh Joe Pierre MD, dalam Psychology Today, Erotomania dibahas pada tahun 1921 oleh seorang psikiater Perancis dalam makalahnya yang merinci lima kasus, sehingga Erotomania dikenal sebagai “De Cleramault's Syndrome.”

Erotomania sekarang dianggap sebagai gangguan delusi dan juga dapat terjadi pada gangguan kejiwaan lainnya seperti skizofrenia dan gangguan bipolar.

Erotomania semakin banyak diderita oleh milenium karena efek penggunaan media sosial secara sering.

Pasien dari Joe Pierre, yang bercerita bahwa dirinya memiliki khusus dengan selebriti impiannya. Padahal, selebriti itu tidak mencintainya, dan bahkan tidak pernah berkomunikasi dengannya.

Ia merasa bahwa selebriti itu memberikan semacam "kode" kepadanya setiap mengunggah sesuatu di media sosialnya.  Sosial media dianggap dapat memicu atau menimbulkan delusi cinta yang dimiliki oleh pasien erotomania.

Gejala erotomania atau delusi cinta

Gejala utama dari gangguan ini adalah keyakinan kuat bahwa ia dicintai oleh seseorang, walaupun tidak ada bukti cinta dari orang itu. 

Adapun gejala umum dari erotomania adalah:

- Obsesi berlebihan kepada orang yang dianggap mencintainya

- Cemburu berlebihan pada orang tersebut bila bersama orang lain

- Mengirim pesan melalui media sosial sampai meneror orang lain

- Tidak memiliki semangat untuk beraktivitas selain membicarakan orang-orang tersebut

Penyebab erotomania

Erotomania dapat terjadi sebagai komplikasi dari gangguan kejiwaan lainnya. Kesalahan ini dapat terjadi karena berkaitan dengan kesalahan lain, misalnya:

- Skizofrenia

- Skizoafektif

- Gangguan Bipolar

- Penyakit alzheimer

- Gangguan Depresi Walikota dengan gejala psikotik

Erotomania juga dapat terjadi sebagai akibat dari stres atau trauma yang hebat. Menurut beberapa studi kasus, media sosial yang dipadukan dengan perkembangan teknologi saat ini telah memicu erotomanic romance mania.

Media sosial dianggap telah menghilangkan privasi seseorang, dan mereka dapat dengan mudah menguntit akun media sosial objek cintanya.

erotomania ini hanya dapat disembuhkan dengan pergi ke ahlinya seperti psikolog atau psikiater dan penanganannya berupa kombinasi terapi dan obat-obatan.

Obat antipsikotik tipikal biasanya akan diberikan kepada pasien. Adapun obat lainnya, seperti Olanzapine, Risperidone, dan Clozapine.

Gangguan ini hanya akan sembuh apabila pasien melakukan konseling dan psikoterapi.

Kasus ekstrim erotomania

Contoh kasus dari gangguan erotomania atau delusi cinta yang menghebohkan dunia adalah kasus yang melibatkan penyanyi Madonna.

Pada tahun 1995, Madonna memiliki fans bernama Robert Hoskins yang menderita gangguan ekstrem erotomania. Ia merupakan tunawisma yang merasa bahwa Madonna adalah jodohnya.

Ia mencoba masuk ke dalam rumah Madonna berkali-kali. Upaya pertama yang berhasil berhasil digagalkan oleh penjagaan rumah Madonna. Upaya kedua, kemudian berhasil ditangkap polisi hingga ditembak.

Robert Hoskins juga pernah menitipkan pesan ancaman ke bodyguard Madonna, bahwa Madonna harus menikahinya atau ia akan mengiris tenggorokan Madonna.

Robert Hoskin meneror Madonna hingga sering kali mengalami mimpi buruk. Pada akhirnya, Robert Hoskin dipenjara selama 10 tahun, bahkan saat berada di penjarapun, ia masih mengidolakan Madonna. 

Robert Hoskins didiagnosa menderita gangguan mental, yaitu erotomania oleh dokter dan dimasukkan ke fasilitas kesehatan mental.

Melihat contoh kasus dari Robert Hoskins ini, tentu saja membuka mata kita akan bahaya erotomania atau gangguan delusi cinta. 

Nah, gangguan erotomania ini adalah gangguan delusi berlebihan. Kamu sudah membaca dan mengetahui bahaya erotomania. Jika kamu memiliki dan mengidolakan seseorang tapi tidak sampai membahayakan orang tersebut dan menyebabkan delusi, itu bukan erotomania.

Akan lebih baik jika kamu tidak  mendiagnosis diri sendiri  ya, Dear! Jika kamu merasa obsesimu berlebihan, kamu tidak dapat mengontrolnya, sampai membahayakan dirimu sendiri atau orang yang kamu idolakan, segera konsultasikan pada ahlinya ya!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama