Proses Spermatogenesis yang Menentukan Keberhasilan Pembuahan Kehamilan

Spermatogenesis adalah proses spermatogenesis, Seperti dilansir dari laman Medicinenet, istilah tersebut berasal dari kata Yunani ``spermato'' yang berarti benih, spermatozoa, dan ``genesis'' yang berarti pembentukan sesuatu.

Menggabungkan mereka menyimpulkan pembentukan spermatozoa. Spermatogenesis berbeda dengan oogenesis, yaitu proses pembentukan sel telur (ovum).

Untuk informasi lebih lanjut tentang proses ini, ibu dapat menyimak laporan di bawah ini.

Mengenal Proses Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses perkembangan sel sperma. Proses perkembangan sel sperma ini terjadi di dalam testis pria.

Adapun testis adalah organ yang sangat penting dalam reproduksi pria, yang berfungsi untuk memproduksi sperma dan juga hormon testosteron.

Testis berada di skrotum, kantung kulit di bawah penis. Ketika sperma meninggalkan testis, mereka masuk ke dalam tabung di belakang setiap testis. Tabung ini disebut epididimis.

Hal ini terkait dengan tingkat kesuburan pria yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kehamilan.

Namun kenyataannya, proses yang terjadi begitu kompleks dan tidak semudah itu, ya, Moms!

Sel sperma adalah sel yang berada dalam reproduksi pria, kemudian bertemu dengan sel ovum.

Keduanya akan bersatu membentuk zigot yang nantinya akan menjadi sebuah janin.

Dalam spermatogenesis, sel sperma yang belum matang bulat menjalani pembelahan mitosis dan meiosis berturut-turut (spermatositogenesis) dan perubahan metamorf (spermiogenesis) untuk menghasilkan spermatozoa.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, tujuan spermatogenesis adalah untuk menghasilkan gamet jantan yang unik secara genetik yang mampu membuahi sel ovum dan menghasilkan keturunan.

Spermatogenesis dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

1. Proliferasi dan diferensiasi spermatogonia.

2. Meiosis, yaitu proses pembelahan sel yang terjadi pada organisme yang bereproduksi secara seksual. Tujuannya untuk memproduksi sel gamet, seperti sperma maupun sel telur.

3. Spermiogenesis, yaitu proses kompleks yang mengubah spermatid bulat setelah meiosis menjadi struktur kompleks yang disebut spermatozoa.

Faktanya, tidak semua sperma matang menjadi sperma dan sebagian besar dihilangkan dalam proses yang disebut apoptosis.

Di dalam tubuh manusia, proses spermatogenesis dimulai saat seorang laki-laki mengalami pubertas dan berlanjut sepanjang hidupnya. Setiap harinya, mereka dapat memproduksi jutaan sel sperma.

Maka dari itu, bisa dikatakan sel sperma yang matang sangat menentukan keberhasilan sebuah kehamilan atau tidak.

Sebab, sel sperma yang tidak matang sering kali tidak akan mencapai sel telur. Suhu skrotum juga memengaruhi kesuburan.

Sayangnya, banyak  pria juga memiliki sel sperma yang belum matang dan tidak sehat. Tetapi mereka sering tidak menyadari hal ini.

Mengenal Bentuk Sperma yang Sehat

Proses spermatogenesis dapat berhasil dari sel sperma yang sehat. Berikut ini penjelasan mengenai bentuk sperma yang sehat, yaitu:

- Kepala halus berbentuk oval dengan panjang 5-6 mikrometer dan lebar 2,5-3,5 mikrometer.

- Memiliki tutup yang jelas (akrosom) yang menutupi 40% hingga 70% kepala sperma.

- Tidak terlihat kelainan pada leher, bagian tengah, atau ekor.

- Tidak ada tetesan cairan di kepala sperma yang lebih besar dari setengah ukuran kepala sperma.

Dilansir dari American Society for Reproductive Medicine, memiliki bentuk sperma yang tidak normal dalam jumlah yang tinggi telah dikaitkan dengan infertilitas atau ketidaksuburan pada pria

Biasanya, jumlah sperma yang berbentuk tidak normal lebih tinggi dikaitkan dengan ketidakteraturan air mani lainnya, seperti jumlah atau motilitas sperma yang rendah.

Pria dengan bentuk sperma yang tidak normal mungkin juga mengalami kesulitan dalam proses pembuahan.

Selain bentuk sperma yang tidak normal, ada beberapa masalah sperma yang bisa terjadi sehingga berpengaruh pada tingkat kesuburan pria.

Maka dari itu, kenali ciri-ciri sperma yang tidak sehat serta cara menjaga kualitas sperma agar proses pembuahan dapat berhasil.

Masalah yang Dapat Terjadi pada Sperma

Kehamilan yang berhasil dipengaruhi oleh dua proses penting dalam sistem reproduksi, yaitu spermatogenesis dan oogenesis.

Sel sperma yang dihasilkan dari spermatogenesis adalah sel terkecil dalam tubuh manusia.

Sementara itu, sel telur yang dihasilkan dari oogenesis adalah sel terbesar dalam tubuh manusia.

Keberhasilan dari proses spermatogenesis tentunya adalah sel sperma yang matang, kuat, dan sehat.

Namun, pria juga dapat mengalami masalah pada spermanya yang terkadang tidak dipahami penyebab dan cara mengatasinya.

Dilansir dari Urology Health, beberapa masalah yang umum terjadi pada sperma dan akhirnya memengaruhi tingkat kesuburan pria, yaitu:

- Sperma tidak tumbuh sepenuhnya.

- Sperma berbentuk aneh.

- Pergerakan sperma tidak dengan cara yang benar.

- Jumlah sperma yang sangat rendah.

- Azoospermia, ketika air mani tidak mengandung sperma sehingga pria menjadi tidak subur.

-: Penyebab dari beberapa masalah pada sperma tersebut tentunya beragam. Masalah sperma dapat berasal dari sifat bawaan sejak lahir.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi kualitas dan jumlah sperma pada pria.

Di antaranya adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu yang akhirnya menurunkan jumlah sperma.

Penyebab lainnya dari masalah pada sperma termasuk mengalami penyakit jangka panjang atau penyakit kronis.

Di antaranya, seperti gagal ginjal, infeksi masa kanak-kanak (seperti gondok), serta terjadi masalah kromosom atau hormon seperti testosteron rendah.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kualitas sperma? Simak ulasan berikutnya, ya, Moms!

Tips Menjaga Kualitas Sperma

Menjaga kualitas sperma harus diketahui Moms dan Dads, terlebih lagi apabila sedang menjalani program hamil.

Berikut ini beberapa tips menjaga kualitas sperma dengan baik, yaitu:

1. Perhatikan Pola Makan

Pola makan yang sehat sangat berpengaruh pada kualitas sperma yang baik.

Beberapa makanan dinilai baik untuk dikonsumsi agar kualitas sperma terjaga dengan baik.

Dads bisa mengonsumsi terong ungu yang kaya flavonoid untuk melancarkan sirkulasi darah dan antioksidan.

Dads juga bisa mengonsumsi tiram yang kaya zinc sebagai makanan penambah sperma.

Pisang yang kaya kalium dan vitamin B juga baik untuk meningkatkan energi dan memperbaiki libido.

Ada juga tauge yang meningkatkan produksi hormon pembentuk sperma, serta jahe yang mampu melancarkan peredaran darah.

2. Rutin Olahraga

Apa hubungannya rutin olahraga dan kualitas sperma yang baik?

Sebab, olahraga meningkatkan kadar hormon testosteron dan melancarkan sirkulasi darah terutama ke penis dan testis.

Hormon testosteron berperan mengatur dorongan seksual, perkembangan testis dan penis, serta produksi sperma.

Untuk itu, lakukan olahraga minimal 3 jam dalam seminggu untuk menjaga kadar testosteron.

3. Hentikan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang dimaksud, yaitu merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Nikotin dan 4000 jenis zat beracun lainnya dalam rokok dapat merusak kualitas sperma.

Begitu pula dengan alkohol, efeknya bisa mengganggu pembentukan dan perkembangan sperma.

Selain dapat merusak kualitas sperma, banyak riset membuktikan efek rokok dan alkohol bisa menyebabkan kehamilan bermasalah dan kecacatan janin.

Itulah penjelasan tentang spermatogenesis, serta cara menjaga kualitas sperma dengan baik.

Jadi, peranan kesuburan pria dan wanita sama pentingnya dalam keberhasilan memperoleh keturunan, ya, Moms!

Belum ada Komentar untuk "Proses Spermatogenesis yang Menentukan Keberhasilan Pembuahan Kehamilan"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini