Penyebab Mengi, Suara Nafas Berbunyi, Dan Sesak Dada Tidak Selalu Asma

Pernapasan normal seharusnya tidak menimbulkan suara. Ketika bernapas memiliki suara mengi seperti itu, kondisi ini disebut mengi atau mengi. 

Ini bisa menjadi gejala masalah pernapasan yang serius. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat disertai dengan gejala lain seperti sesak napas. 

Ada banyak kemungkinan penyebab, dari asma hingga reaksi alergi parah, dan penyakit jantung hingga refluks asam. 

Menurut sebuah studi tahun 2015 di Annals of Thoracic Medicine, sangat penting untuk membedakan mengi dari mengi. 

Stridor adalah gejala serius lain yang mirip dengan mengi, tetapi disebabkan oleh kondisi yang berbeda.

Gejala Wheezing

Mengi dapat terjadi dengan inhalasi (mengi) dan pernafasan (mengi). Namun, yang lebih umum adalah mengi. 

Meskipun banyak orang percaya bahwa asma adalah penyebabnya, perlu dicatat bahwa tidak semua mengi adalah gejala asma. 

Seperti dijelaskan sebelumnya, gejala mengi adalah adanya suara mengi pada saat ekspirasi atau ekspirasi. Kadang-kadang bisa disertai dengan perasaan sesak di dada. 

Peluit dapat didengar lebih keras dengan menutup telinga dan menghembuskan napas dengan cepat atau dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan pernapasan.

Penyebab Mengi/Wheezing

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan mengi, antara lain: 

1. Asma 

Penyebab paling umum adalah asma. Namun, dokter Anda perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengesampingkan kemungkinan lain. 

2. Anafilaksis 

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang serius. Ini dapat memiliki banyak penyebab, termasuk sengatan lebah, minum obat, atau makan kacang atau kerang. 

Ini adalah keadaan darurat medis yang harus segera ditangani. 

3. Bronkitis 

Bronkitis bisa  akut (hanya berlangsung beberapa hari) atau kronis (berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun). 

4.Bronkiolitis 

Ini adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara yang lebih kecil (bronkiolus) dan lebih sering terjadi pada anak-anak. 

Penyebab umum adalah respiratory syncytial virus (RSV) yang dapat menyebabkan asma.

5. Menghirup benda asing 

Tersedak terkadang dapat menyebabkan mengi jika benda asing yang dihirup tidak sepenuhnya menghalangi jalan napas. 

Mengi karena tersedak  steak atau benda asing sering terjadi pada anak-anak. 

Sebuah studi tahun 2016 di Journal of Thoracic Disease menemukan bahwa selama prosedur bronkoskopi pada orang dewasa, 0,2-0,33%  benda asing tak terduga ditemukan di bronkus. 

Mengi terkait benda asing biasanya terlokalisasi pada satu  dada. 

6. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) 

Penyakit paru obstruktif kronik, seperti emfisema, dapat menyebabkan mengi. 

7. Bronkiektasis 

Dilatasi saluran udara yang sering disebabkan oleh infeksi pada anak kecil atau cystic fibrosis terkadang sulit  didiagnosis. 

Kondisi ini  awalnya mungkin terkait dengan penyebab mengi lainnya. 

Meskipun cystic fibrosis biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, kadang-kadang dapat terjadi pada orang dewasa juga. 

8. Infeksi virus seperti respiratory syncytial virus (RSV) 

Banyak infeksi virus dapat menyebabkan mengi, terutama pada anak-anak. Salah satunya adalah infeksi virus RSV. 

9. Kanker paru-paru 

Gejala pertama kanker paru-paru bisa berupa mengi, jadi penting untuk menentukan penyebabnya. 

Dengan kanker paru-paru, obstruksi jalan napas yang disebabkan oleh tumor menyebabkan mengi. 

10. Emboli paru 

Bekuan darah di kaki dapat pecah dan mengalir ke paru-paru (emboli paru). Kondisi ini terkadang dapat menyebabkan mengi.

11. Refluks gastroesofageal 

Ini mungkin tidak tampak jelas, tetapi refluks asam  adalah penyebab  yang cukup umum dari mengi. 

Dalam beberapa kasus, orang tidak memiliki gejala yang jelas dan karena itu tidak menyadari bahwa mereka menderita refluks asam. 

12. Pneumonia hipersensitif 

Pneumonia kronis dari hal-hal seperti jerami berjamur dan kotoran burung dapat menyebabkan mengi. 

13. Disfungsi pita suara 

Disfungsi pita suara adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh penutupan salah satu atau kedua pita suara  secara tidak sengaja saat bernafas. 

Ini juga dikenal sebagai "asma pita suara" 

1. Epiglotitis 

Ini adalah  keadaan darurat medis yang ditandai dengan gejala seperti: 

- Demam 

- Air liur 

- Sesak napas 

Epiglottitis laring karena infeksi epiglotis, sepotong kecil tulang rawan menempel di ujung lidah. 

Kondisi ini biasanya menyebabkan derak di leher, tetapi juga dapat menyebabkan mengi.

Cara Menguji Mengi Untuk Hasil Diagnostik

Tes untuk mengevaluasi mengi dan menentukan penyebabnya akan bervariasi tergantung pada riwayat kesehatan Anda. 

Berikut adalah beberapa tes yang biasa dilakukan: 

- Oksimetri untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah. 

- Rontgen dada untuk membantu jika ditemukan sesuatu, tetapi tidak dapat mengesampingkan semua kondisi serius. 

- Pengukuran spiral. 

- Tes darah untuk memeriksa jumlah sel darah putih untuk tanda-tanda infeksi. 

- Tes fungsi paru-paru. 

- CT scan dada. 

 - Bronkoskopi, jika dicurigai adanya aspirasi atau jika ada tumor di jalan napas. 

- Laringoskopi untuk memvisualisasikan laring dan pita suara. 

- Tes alergi.

Pengobatan Mengi

Bergantung pada tingkat keparahan gejalanya, dokter pertama-tama akan melakukan apa yang diperlukan untuk membuat orang yang mengi lebih nyaman. 

Karena ada banyak kemungkinan penyebab, pengobatan lebih lanjut akan tergantung pada penyebab mengi. 

Langkah pertama adalah memastikan bahwa pasien mendapatkan cukup oksigen di paru-paru dan oksigen yang dihirup mencapai semua sel tubuh. 

Terapi oksigen biasa digunakan di area ini. Jika reaksi alergi adalah penyebabnya, suntikan epinefrin dapat diberikan. 

Perawatan lain akan tergantung pada penyebab yang mendasari mengi. Misalnya, pengobatan asma akan digunakan untuk meringankan penyempitan saluran udara. 

Sementara itu, prosedur seperti bronkoskopi mungkin direkomendasikan jika benda asing di jalan napas diduga menyebabkan gejala.

Ini adalah pembahasan mengi, dari gejalanya hingga cara mengobatinya. Diketahui bahwa kondisi ini dapat terjadi karena berbagai alasan. 

Bahkan jika seseorang menderita asma, mengi bisa menjadi gejala lain dan bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa. 

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala ini, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis. 

Bahkan jika Anda merasa tahu penyebabnya atau pernah mengalami mengi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya.

Bahkan jika Anda telah didiagnosis menderita asma, pastikan untuk menghubungi dokter Anda setiap kali Anda merasakan perubahan pada gejala yang biasa Anda alami. 

Waspada dan  cari bantuan medis segera jika Anda mengalami mengi bersama dengan gejala darurat lainnya. 

Contohnya termasuk nyeri dada, pusing, sesak napas, atau perubahan warna kebiruan pada bibir dan kulit. 

Pembengkakan pada wajah, leher, dan bibir juga bisa menjadi tanda reaksi alergi yang mengancam jiwa. Pada dasarnya, perhatikan setiap gejala yang muncul.

Belum ada Komentar untuk "Penyebab Mengi, Suara Nafas Berbunyi, Dan Sesak Dada Tidak Selalu Asma"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini