Apa Itu Blockchain di Dalam Negeri Indonesia?

Apa Itu Blockchain?

Blockchain adalah bisa dibilang sebagai network atau jaringan antar block.

Idenya sederhana. Gunakan saja contoh. Yang pertama menggunakan sistem perbankan dan yang kedua menggunakan model blockchain.

Dilan membeli smartphone Samsung Galaxy S8 dengan menggunakan kartu kredit. Maka transaksi tersebut menggunakan pihak ketiga yaitu Bank, dimana Dilan dan si penjual hp percaya dengan Bank. Problemnya adalah, pencatatan tersentralisasi yaitu di Bank, sehingga akan jauh lebih riskan terkena hacking dan semacamnya.

Bagaimana dengan skema blockchain? Milea menjawab,

Si Milea melarang Dilan bayar pake kartu kredit, ketinggalan jaman katanya. Kemudian dia akan mengirimkan 0,1 Bitcoin ke si penjual. Anda tahu dimana pencatatannya? Di seluruh jaringan bitcoin.

Kami juga telah mengetahui sejak konferensi bahwa sejauh ini tidak ada peretasan yang berhasil ke jaringan blockchain. Ada peretasan terhadap perusahaan pertukaran (yang menukar uang dengan mata uang digital) dan perusahaan dompet (tempat orang menyimpan mata uang digital mereka).

Ada foto Regco yang mudah dipahami, jadi silakan lihat!

Sudah ada bayangan lebih jelas bukan? Jadi pencatatan akan muncul disetiap network blockchain.

Desentralisasi Sistem

Reese Jones seorang advisor bagi Facebook dan pendiri Singularity University, meng-kuliahi kami bahwa Blockchain memiliki ciri-ciri genetik yang terus berkembang.

Blockchain terbentuk bukan karena paksaan seperti pemerintah yang memiliki otoritas untuk mengatur dan intervensi pasar, tapi lebih ke voluntary. Orang-orang yang memiliki visi sama bergabung dan membentuk komunitas blockchain.

Tidak pula ada sekat negara, saya bisa bertransaksi dengan Mgudabe di Afrika Selatan hanya hitungan menit. Dan semua ledger dalam network blockchain tersebut akan mencatat transaksi kami, tidak tersentralisasi di perbankan.

Tahukah Anda bahwa Bank mengeluarkan banyak uang untuk memastikan sistemnya aman. Makanya jangan heran kalau Anda pinjem duit, bunganya tinggi, ya salah satunya untuk itu. Sementara di komunitas blockchain, landasannya adalah:

TRUST

Betul sekali bahwa Pemerintah tidak akan bisa intervensi kalau ada fraud manusia di skenario ini. Kelak, saya akan jelaskan bagaimana bertransaksi yang aman dengan menggunakan bitcoin atau ether.

Teknologi blockchain juga berevolusi, karena sumber daya yang dibutuhkan sangat besar, jangan lupa karena skema desentralisasi, jadinya setiap individu membutuhkan energi masing-masing.

Akibatnya, banyak rencana bisnis muncul yang menekankan kecepatan transaksi dan penghematan energi dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

Belum ada Komentar untuk "Apa Itu Blockchain di Dalam Negeri Indonesia?"

Posting Komentar

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini

Jangan Merubah Kode Ini